ARASYNEWS.COM – Nama grup Band Slank mendadak trending nomor satu di jagat Twitter pada Kamis (13/5) atau tepat di hari raya idul fitri. Netizen gaungkan tagar #Slankpenipu. Ya, Akhadi Wira Satriaji Alis Kaka dan kawan-kawannya itu sebelumnya pernah bergabung dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Bahkan foto-foto Slank saat manggung di depan KPK lantas ditambahi dengan hashtag tersebut dan diunggah oleh sejumlah pengguna akun media sosial Twitter.
Grup musik yang bermarkas di Jalan Potlot itu kini dituding loyo dalam mengawal KPK dan agenda pemberantasan korupsi di Tanah Air.
Kini, di era Jokowi, Slank hanya bungkam, padahal, ada beberapa kasus yang dianggap sebagai upaya pelemahan KPK. Misalnya, pengalihan status pegawai KPK menjadi Aparatus Sipil Negara (ASN), hingga memberhentikan beberapa penyidik senior yang berintegritas melalui tes wawasan kebangsaan (TWK).
Sejumlah netizen secara terang terangan mengaku kecewa pada Slank yang tidak bereaksi apa-apa dalam menyikapi upaya pelemahan KPK dengan dinonaktifkannya 75 pegawainya yang berprestasi.
Padahal tahun-tahun sebelumnya, Slank adalah salah satu kalangan seniman yang selalu berada di garda terdepan untuk membela lembaga anti rasuah dan agenda pemberantasan korupsi di Tanah Air.
Netizen ramai-ramai menanyakan keberadaan Slank. Sebab, di era Susilo Bambang Yudhono (SBY), Slank paling terdepan di depan KPK jika ‘disenggol’ pemerintah.
“Dulu sebelum reformasi lagunya kritis setelah dekat dengan penguasa jadi miris #slankpenipu jadi trending,” tulis salah satu netizen
“Jaman sekarang jangan percaya bacotan para musisi atau selebriti yang seolah bela rakyat dengan lagu atau statment mereka. Karena semua itu bushit. Ingat kebanyakan musisi atau selebriti mereka akan selalu mendukung kebijakan pemerintah entah benar atau salah asalkan aman dan terus bisa berkarya,” imbuh yang lain.
“Ini nih jadinya kalau Group band ikut ikut politik,” imbuh yang lain.
“Bagi yang bingung #SlankPenipu jadi trending yakni karena dulu mereka lantang bela KPK saat disenggol penguasa (era SBY). Tapi kini rezim berkuasa @jokowi penguasa (yang didukung Slank) bikin KPK sekarat eh Slank malah penguasa penguasa. Sungguh kelakuan yang Qntl banget,” cuit akun Twitter lainnya.
“Kok ada tagar trending #SlankPenipu? Jangan-jangN yang sering teriak NKRI harga mati, saya Pancasila dan Saya toleransi ini yang sebenarnya hipokrit. Cinta bukan cuma slogan modal,” cetus akun yang lain.
“Dulu paling getol kalau @KPK_RI“ disenggol ”, sekarang? Qimpet lu pada #SlankPenipu,” tulis netizen.
“Wow #SlankPenipu trending. Penipu atau enggak kurang tau ya, lha gak ada penjelasannya nipu apa dan kapan dan di mana. Yang jelas sih Slank sekarang gak garang buat bela @KPK_RI kaya dulu, iya dulu, dahulu kala,” timpa yang lain.
Sebelum Era @jokowi Band satu ini sangat getol mengubah pikiran @KPK_RI, sekarang setelah di endorse Istana mendadak jadi “Pro Koruptor” #slankpenipu #slankpenipu #slankpenipu,” tambah pengguna.
Grup Band papan atas satu ini paling aktif melawan KPK dan mendukung penuh upaya pemberantasan korupsi. Yang terakhir pada 2017, Slank menggelar konser di Gedung KPK, demi memberikan dukungan dan menolak Hak Angket kepada KPK yang saat itu sedang bergulir di DPR RI.
Saat itu, temanya yang dibawa ke konser adalah: Jurus Tandur atau Maju Terus Pantang Mundur.
Diketahui KPK resmi menonaktifkan 75 pegawai yang tidak lulus menjadi aparatur sipil negara (ASn) setelah gagal dalam tes wawasan kebangsaan (TWK), termasuk penyidik Novel Baswedan.
Penonaktifan Novel Baswedan dan 74 pegawai KPK itu termaktub dalam Surat Keputusan Pimpinan KPK Nomor 652 Tahun 2021, yang diteken Ketua KPK Firli Bahuri tertanggal 7 Mei 2021.
Terkait putusan itu, Novel dan puluhan pegawai KPK menegaskan bakal melawan keputusan tersebut karena dinilai janggal. []