ARASYNEWS.COM, DUMAI – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Dumai mendapat kunjungan dari BI Riau untuk membahas ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadhan dan Idul Fitri di wilayah kota Dumai.
TPID Dumai melalui Walikota Dumai Paisal menyebutkan untuk menjaga ketersediaan pangan dan memberikan keyakinan pada masyarakat, TPID telah memenuhi kebutuhan masyarakat dengan ketersediaan pangan pokok yang memadai terutama untuk periode bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.
Di Dumai, masalah nantinya dapat berbelanja lebih nyaman sesuai dengan harga yang stabil.
Selain itu, untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, cadangan kecukupan bahan pokok dapat sewaktu-waktu ditingkatkan, sejalan dengan telah disepakatinya Kerjasama Antar Daerah (KAD) tanggal 22 April 2020 oleh Kepala Daerah se-Sumatera untuk menjamin kecukupan pasokan bahan pangan pokok dimasing-masing Kota.
Dijelaskan Paisal, TPID Dumai akan selalu memantau jumlah persediaan bahan pangan pokok di pasar-pasar di Dumai dan mengawasi pergerakan harga bahan pangan pokok ditingkat distributor dan pedagang yang bekerjasama dengan Satgas Pangan Polres Dumai.
Bukan hanya itu saja, Satgas Pangan juga akan menindak tegas oknum-oknum distributor dan pedagang yang diduga sengaja melakukan penimbunan bahan pangan pokok dan/ atau membuat harga menjadi tidak wajar.
Nanti, pada Senin, 12 April 2021, TPID Dumai bersama Satgas Pangan Polres Kota Dumai akan melakukan sidak pasar memantau langsung pedagang dan pangan pokok.
Selain itu, Pemerintah Kota Dumai bersama-sama dengan Bulog akan terus melakukan inovasi dalam pemenuhan kecukupan bahan pokok penting.
Seluruh jajaran TPID Dumai juga menghimbau agar masyarakat Dumai bertindak bijak dan berbelanja secara cukup untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan pokok menghadapi Idul Fitri 1442 H, berbelanja secara online dan tetap mematuhi protokol kesehatan selama pandemi Covid-19, serta terus berbagi pada sesama.
Dalam kunjungan BI Riau ke Kota Dumai, Jumat (9/4/2021), Deputi Kepala Perwakilan BI Riau Bidang Perumusan dan Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah Teguh Setiadi, mengatakan pergerakan inflasi saat Ramadhan dan Idul Fitri perlu dikendalikan, mengingat biasanya, momentum tersebut angka inflasi daerah cenderung naik.
“Biasa terjadi, permintaan terhadap bahan pokok meningkat pada Ramadhan dan Idul Fitri. Dan ini bisa menjadi pemicu inflasi. Maka dari itu perlu upaya bersama untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di lapangan,” kata Teguh, (9/4)
Untuk diketahui, Inflasi Kota Dumai hingga bulan Maret 2021 menunjukkan deflasi sebesar 0,04% (mtm). Meskipun kota Dumai mengalami deflasi pada Maret 2021, namun secara tahunan inflasi masih berada dalam level yang tinggi yaitu sebesar 2,16% (yoy).
Angka tersebut naik bila dibandingkan dari bulan lalu (deflasi 0,37% (yoy) dan inflasi 2,15% (yoy).
Secara umum, inflasi masih terpantau dalam rentang target inflasi nasional yaitu 3,0%±1%. Pertumbuhan inflasi IHK mengindikasikan perbaikan permintaan, sejalan dengan geliat pemulihan ekonomi.
Namun, pertumbuhan tersebut juga diikuti dengan lonjakan tingkat inflasi volatile food yang terindikasi dari mulai naiknya harga aneka cabai dan bawang merah.
Hal ini akan menjadi perhatian TPID Kota Dumai untuk terus menjaga tingkat harga pangan pokok dalam tingkat yang wajar, agar daya beli masyarakat Dumai dapat terus terjaga. []