ARASYNEWS.com — Allah SWT berfirman:
أَوْ كَظُلُمَٰتٍ فِى بَحْرٍ لُّجِّىٍّ يَغْشَىٰهُ مَوْجٌ مِّن فَوْقِهِۦ مَوْجٌ مِّن فَوْقِهِۦ سَحَابٌ ۚ ظُلُمَٰتٌۢ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ إِذَآ أَخْرَجَ يَدَهُۥ لَمْ يَكَدْ يَرَىٰهَا ۗ وَمَن لَّمْ يَجْعَلِ ٱللَّهُ لَهُۥ نُورًا فَمَا لَهُۥ مِن نُّورٍ
Artinya: Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun. (QS. an-Nur : 40)
Dalam Tafsir Ibnu Katsir, ayat ini menjelaskan bahwa hampir tidak mungkin untuk melihatnya (dasar laut) karena sangat gelap. Hal ini sesuai dengan kenyataan bahwa pada kedalaman dasar laut, kondisi alam yang diperoleh minim dari segi cahaya sehingga menyebabkan gelap gulit
Lautan di bumi merupakan daratan rendah yang ditutupi air. Dan ini merupakan ciptaan Allah SWT dan salah satu tanda-tanda kebesaran-Nya.
Al-Qur’an menyebut kata laut (bahr) sebanyak 32 kali, menandakan pentingnya lautan sebagai bagian dari ciptaan Allah. Allah SWT berfirman: “Dan Kami seberangkan Bani Israil ke seberang lautan itu…” (QS. Al-A’raf: 138).
Lautan digambarkan sebagai makhluk Allah yang luas, penuh misteri, dan menyimpan banyak pelajaran.
Dalam hadist, Rasulullah SAW menyebut air laut sebagai air yang suci dan halal bangkainya. Ini menunjukkan betapa pentingnya lautan dalam kehidupan manusia dan makhluk lainnya.
Fenomena Alam Laut dalam Al-Qur’an dan Hadist

a. Pertemuan Dua Lautan yang Tidak Menyatu
Allah SWT berfirman: “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (QS. Ar-Rahman: 19-20).
Fenomena ini terbukti secara ilmiah terdapat di Selat Gibraltar, di mana Laut Mediterania dan Samudera Atlantik bertemu namun tidak bercampur karena perbedaan kadar garam dan suhu air.

b. Api di Dasar Laut
Al-Qur’an juga menyebut fenomena api di dasar laut: “Dan demi lautan yang dipanaskan (di dalamnya ada api).” (QS. At-Tur: 6).
Sains modern membuktikan adanya lava dan aktivitas vulkanik di dasar laut, yang sesuai dengan penjelasan Al-Qur’an.
c. Pasang Surut Air Laut
Rasulullah SAW bersabda bahwa pasang surut air laut diatur oleh malaikat atas izin Allah. Fenomena ini kini dapat dijelaskan secara ilmiah melalui gravitasi bulan dan bumi.

d. Al-Qur’an juga menyinggung adanya sungai di dasar laut, yang kini telah ditemukan oleh para ilmuwan melalui penelitian kelautan.
Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang memandang laut dan mengingat Allah, maka Allah akan memberikan ketenangan dalam hatinya dan menjadikan pahalanya setara dengan pahala orang yang beribadah di malam hari.” (HR. Abu Nu’aim).
Merenungi lautan dan alam semesta adalah sunnah yang dapat menumbuhkan rasa syukur, kekaguman, dan ketundukan kepada Allah.
Imam Al-Ghazali menasihatkan agar manusia selalu mengambil pelajaran dari alam, karena setiap ciptaan Allah adalah ayat-ayat (tanda) yang mengingatkan kita pada kebesaran-Nya.
Wallahu alam bish shawab
[]