Kasus Seleksi Finalis FLS3N, Kementerian Pendidikan Tegur Disdik Pekanbaru

ARASYNEWS.com — Pelaksanaan kegiatan seleksi Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Kota Pekanbaru tahun 2026 yang baru-baru ini digelar di kota Pekanbaru ternyata disorot Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.

Kemdikdasmen RI melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), memberikan teguran keras kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru.

Teguran keras itu termuat dalam surat yang ditandatangani oleh Kepala Puspresnas Kemendikdasmen RI, Dr. Maria Veronica Irene Herdjiono SE M.Si tanggal 7 Agustus 2026.

“Pusat Prestasi Nasional memberikan teguran keras kepada Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru atas kelalaian dalam proses verifikasi dan penetapan pemenang FLS3N Tingkat Kota Pekanbaru Tahun 2026 yang mengakibatkan terlanggarnya hak peserta untuk mengikuti Babak Penyisihan dan berdampak pada proses seleksi FLS3N Tahun 2026,” demikian salah satu bunyi dalam surat tersebut yang dikutip Ahad (9/8).

Ditegaskan juga bahwa Puspresnas mewajibkan Disdik Kota Pekanbaru melakukan pembenahan tata kelola ajang, memperkuat mekanisme verifikasi dan validasi data serta memastikan seluruh proses penetapan pemenang dilaksanakan secara cermat, akurat dan sesuai dengan ketentuan agar kejadian serupa tidak terulang pada pelaksanaan ajang talenta di masa yang akan datang.

Surat bernomor : 1559/B/H3/PN.00/2026 termuat hal tentang pemberian kesempatan mengikuti penilaian babak penyisihan cabang lomba menulis cerita FLS3N tingkat SD/MI/Sederajat Tahun 2026.

Berdasarkan hasil verifikasi dokumen dan klarifikasi oleh Puspresnas didapati bahwa ajang seleksi FLS3N Tingkat SD/MI/Sederajat tahun 2026 cabang lomba menulis cerita tingkat Kota Pekanbaru diikuti 9 peserta.

Dari hasil pelaksanaan seleksi itu, peserta atas nama Anindita Sashy Kirana Mukhtar dari SDN 153 Pekanbaru, ditetapkan sebagai Juara I dan peserta atas nama Nachita Vianga Gultom dari SD Santa Maria Pekanbaru ditetapkan sebagai Juara II.

Sementara itu, yang menjadi pertanyaan adalah dalam SK penetapan pemenang yang diterbitkan oleh Disdik Kota Pekanbaru, siswi dari SD Dharma Yudha sebagai Juara II. Padahal, yang bersangkutan tidak pernah mengikuti seleksi FLS3N Tingkat Kota Pekanbaru cabang lomba menulis cerita.

Selanjutnya, Disdik malah mengirimkan siswi dari SD Darma Yudha sebagai finalis di tingkat Nasional mewakili Provinsi Riau.

Setelah terungkap dan diketahui banyak pihak serta dikritik, Disdik Kota Pekanbaru kemudian menerbitkan Adendum SK penetapan pemenang nomor B.400.3/Disdik/14/2026 tanggal 5 Agustus 2026 dan memperbaiki data Juara II menjadi atas nama Nachita Vianga Gultom telah memenuhi persyaratan sebagai peserta FLS3N Tahun 2026.

Terkait hal ini, Puspresnas memberikan surat teguran. Dalam surat tersebut, Puspresnas juga meminta Disdik Kota Pekanbaru, menyampaikan karya peserta atas nama Nachita Vianga Gultom beserta dokumen pendukung yang dipersyaratkan kepada Puspresnas, paling lambat sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Puspresnas juga ingin memastikan, seluruh dokumen yang disampaikan merupakan dokumen dan sah dan sesuai dengan hasil seleksi Tingkat Kota Pekanbaru, sebagaimana tercantum dalam adendum SK penetapan pemenang.

Polemik yang terjadi di Disdik Pekanbaru ini diketahui telah direvisi dan diakui. Kesalahan disebutkan akibat salah input data. Namun pernyataan pengakuan ini menjadi sorotan.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru mengaku salah atas kasus Finalis Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang Pendidikan Dasar tahun 2026. Namun, dalih melakukan kesalahan input data tidak masuk akal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kadisdik Kota Pekanbaru DR H Syafrian Tommy, S.STP M.Si sekaligus selaku Sekretaris Definitif Disdik Kota Pekanbaru, melalui Kepala Bidang (Kabid) SD Disdik Pekanbaru Sardius, S.Pd, M.Pd akhirnya memberikan konfirmasi pengakuan secara langsung terkait hal itu.

Disebutkan bahwa kesalahan itu terjadi akibat salah input data. Disdik berdalih kesalahan tersebut akibat kelalaian stafnya bernama Ridwan karena terburu-buru menginput data.

“Kami akui kami salah. Ini akibat ada kelalaian staf kami Ada kesalahan input,” ungkap Sardius, Rabu, 29 Juli 2026 lalu.

Disisi lain, tentang pengumuman itu, pihak SD Dharma Yudha juga telah menginformasikan bahwa mereka tidak pernah ikut dalam proses seleksi FLS3N di tingkat kota Pekanbaru.

[]

Next Post

No more post

You May Also Like