ARASYNEWS.com — Seluruh rangkaian ibadah haji jama’ah asal Riau yang ada di Tanah Suci hampir selesai. Dan setelah ini jama’ah bersiap-siap untuk dipulangkan ke Tanah air melalui debarkasi haji.
Sesuai jadwal, proses pemulangan jama’ah dilakukan secara bertahap berdasarkan kelompok terbang (kloter).
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, H. Defizon, S.Kom., M.Si., menyebutkan jadwal pemulangan sesuai dengan yang ditetapkan otoritas haji.
“Pemulangan jama’ah haji asal Riau dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama akan diberangkatkan melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport (KAIAA) Jeddah mulai 4 Juni 2026 pukul 02.25 Waktu Arab Saudi,” jelas Defizon, Ahad (31/5).
Dalam jadwal, kloter pertama yang diberangkatkan adalah Kloter BTH 03 yang dimulai pada 4 Juni 2026.
“Nantinya, in syaa Allah, setelah tiba di Bandara Hang Nadim Batam, seluruh jama’ah akan melanjutkan perjalanan menuju daerah asal masing-masing sesuai jadwal yang ditetapkan,” kata Defizon.
Pada proses kepulangan ini, diingatkan seluruh jama’ah untuk mematuhi aturan barang bawaan yang berlaku selama penerbangan.
Jama’ah diimbau tidak membawa barang-barang yang dilarang, baik dalam koper bagasi maupun tas kabin.
Diantaranya barang-barang tersebut seperti barang yang mudah meledak atau terbakar, benda tajam yang berpotensi melukai, produk hewani (dairy), makanan beraroma tajam, tanaman hidup, hingga produk tanaman.
“Seluruh jama’ah agar memeriksa kembali isi koper sebelum keberangkatan dari Arab Saudi. Jangan sampai terdapat barang-barang yang dilarang karena dapat menghambat proses pemeriksaan di bandara dan berpotensi menyebabkan koper dan orang tertahan oleh petugas,” ujar Defizon.
Selain itu, Defizon juga mengingatkan agar para jama’ah tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun tas kabin.
Ditegaskannya, bahwa ini sesuai ketentuan otoritas bandara Arab Saudi, air zamzam tidak diperbolehkan berada dalam barang bawaan penumpang.
“Seluruh koper jama’ah nantinya akan menjalani pemeriksaan ketat menggunakan mesin pemindai atau X-Ray berteknologi tinggi yang mampu mendeteksi keberadaan air zamzam maupun barang-barang terlarang lainnya,” kata dia.
“Karena itu, jama’ah diminta memastikan seluruh barang bawaan telah sesuai aturan agar proses kepulangan ke Tanah Air berjalan tanpa kendala,” sambungnya.
Lebih lanjut, Defizon menyebutkan kepulangan jama’ah untuk gelombang kedua dijadwalkan berangkat dari Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz (AMAA) Madinah pada 20 Juni 2026 pukul 00.35 Waktu Arab Saudi.
[]