Bencana Hidrometeorologi Mengancam, Warga Diimbau Waspada dan Pantau Tautan Peringatan Dini

ARASYNEWS.COM – Hingga saat ini, bencana hidrometeorologi telah berdampak pada 16 kabupaten/kota dan 50 kecamatan di seluruh Sumatera Barat (Sumbar), dengan catatan lebih dari 250 ribu jiwa terdampak.

Cuaca yang ekstrem ini bahkan menimbulkan dan mengancam aktivitas masyarakat, diantaranya banjir dan tanah longsor, jalan amblas, dan angin kencang hingga petir.

Langkah-langkah tanggap darurat pun dilakukan pemerintah guna mempercepat penanganan evakuasi, penyaluran bantuan, dan pemulihan infrastruktur

Hingga saat ini sudah puluhan daerah yang mengalami kerusakan infrastruktur seperti putusnya akses jembatan

Dikutip dari sumber resmi pemantauan bencana, masyarakat diimbau untuk turut serta memantau perkembangan situasi, data penanganan, dan titik lokasi terdampak secara real-time. Masyarakat dapat mengakses data resmi yang dikelola pemerintah setempat melalui Dashboard Satu Data Bencana Sumbar.

Gunakan juga tautan Peringatan Dini Cuaca Sumatera Barat untuk mengecek status pembaruan cuaca terkini secara langsung di lokasi Anda yang dapat diakses melalui laman resmi: https://dashboardbencana.sumbarprov.go.id.

Status hidrometeorologi di Sumbar

Pada Mei 2026 status hidrometeorologi berada dalam tingkat Waspada hingga Siaga. Peringatan ini dikeluarkan oleh BMKG akibat masih tingginya potensi cuaca ekstrem, dengan wilayah seperti Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Padang, hingga Pesisir Selatan dan Dharmasraya.

Sejumlah wilayah di Sumbar masih berpotensi dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Data penanganan sementara bencana ini berdampak masif dimana lebih dari 250 ribu jiwa terdampak dan bahkan korban jiwa.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menyampaikan per Senin (11 Mei 2026) bahwa berdasarkan data yang dihimpun Posko Terpadu Kebencanaan Provinsi Sumbar, bencana hidrometeorologi telah berdampak pada 16 kabupaten/kota dan 50 kecamatan di seluruh Sumatra Barat.

Total masyarakat terdampak mencapai 256.881 jiwa, dengan rincian 24.049 orang mengungsi, 113 orang luka-luka, 95 orang hilang, dan 234 orang meninggal dunia.

“Data tersebut bersumber dari laporan resmi kabupaten/kota terdampak dan masih bersifat sementara,” ujar Arry Yuswandi.

Dari beberapa daerah yang terdampak bahkan ada warga yang dilaporkan luka, hilang, dan juga meninggal dunia.

Dikatakannya, bahwa kabupaten Agam mencatat jumlah korban terbanyak, yaitu 151 korban meninggal dunia dan 55 orang hilang, dan ratusan orang mengungsi. Sementara itu, kabupaten kota yang nihil korban jiwa adalah pada kota Payakumbuh, kbupaten Pasaman, dan kabupaten Limapuluh Kota.

Dalam data yang dikutip, berikut rincian dampak pada kabupaten kota:

-Kota Pariaman: 7.662 jiwa terdampak, tanpa korban luka, hilang, atau meninggal dunia.
-Kota Payakumbuh: Terdampak banjir, tanpa menimbulkan korban.
-Kota Bukittinggi: 68 jiwa terdampak, 3 orang hilang, tidak ada korban meninggal.
-Kota Padang Panjang: 359 jiwa terdampak, 4 luka-luka, 32 hilang, 17 meninggal dunia.
-Kota Solok: 9.375 jiwa terdampak, tanpa korban.
-Kota Padang: 27.153 jiwa terdampak, 1.764 mengungsi, 2 luka-luka, 11 meninggal.
-Kabupaten Pasaman Barat: 59.959 jiwa terdampak, 4.789 mengungsi, 1 luka-luka, 3 hilang, 4 meninggal.
-Kabupaten Solok Selatan: 312 jiwa terdampak, tanpa korban.
-Kabupaten Kepulauan Mentawai: 7.170 terdampak, tanpa korban.
-Kabupaten Pasaman: Terdampak banjir, tanpa korban.
-Kabupaten Limapuluh Kota: 1.388 terdampak, 554 mengungsi, tanpa korban.
-Kabupaten Agam: Terdampak hampir di seluruh wilayah, 5.277 mengungsi, 151 meninggal dunia, 55 hilang.
-Kabupaten Padang Pariaman: 33.597 jiwa terdampak, 1.634 mengungsi, 6 luka-luka, 1 hilang, 21 meninggal.
-Kabupaten Tanah Datar: 6.129 jiwa terdampak, 6.137 mengungsi, 4 luka-luka, tanpa korban hilang atau meninggal.
-Kabupaten Solok: 34.946 jiwa terdampak, 1.194 mengungsi, 96 luka-luka, tanpa korban hilang atau meninggal.
-Kabupaten Pesisir Selatan: 67.875 jiwa terdampak, 2.700 mengungsi, 1 hilang, tanpa korban luka atau meninggal.

[]

Next Post

No more post

You May Also Like