ARASYNEWS.COM – Platform media sosial Instagram sedang dibersihkan secara besar-besaran per Mei 2026 ini. Jutaan akun palsu, akun fake, dan akun yang tidak aktif cukup lama dibersihkan untuk meningkatkan kualitas engagement.
Alhasil, banyak pengguna yang heran, dan bahkan banyak figur publik yang mengalami kekurangan followers mereka. Diantaranya Luna Maya (-800 ribu) dan Raffi Ahmad (-1 juta) yang mengalami penurunan jumlah followers. Bahkan juga selebriti global seperti Selena Gomez (-6 juta), Cristiano Ronaldo (-6 hingga -18 juta).
Diketahui, fenomena ini merupakan upaya Meta menggunakan AI untuk menindak bot dan akun spam.
Meta dalam platform Instagram menghapus akun yang terindikasi menggunakan layanan pembelian followers atau aktivitas otomatis.
Pembersihan ini ternyata mulai terjadi pada 6 Mei 2026. Dan biasanya bot followers ini tampil dengan tidak memiliki foto profil, tidak ada postingan, dan menggunakan nama pengguna umum (genetik).
Tindakan ini dilakukan Meta bertujuan menjaga ekosistem platform lebih autentik, mengurangi konten palsu, dan memastikan engagement lebih berkualitas.
Bahkan akun yang tumbuh secara organik mungkin kehilangan followers karena bot sering mengikuti akun populer secara otomatis.
Terkait pembersihan ini, pengguna diharapkan tidak panik karena ini adalah upaya pembersihan rutin.
Tanda-tanda Bot Followers:
-Engagement rendah (like/comment sedikit) meski followers banyak.
-Komentar generik atau tidak relevan serta kerap menyinggung atau menyalahi pengguna yang lain dalam komentarnya
-Rasio following/followers tidak wajar.
-Tampil tanpa mengunakan foto profil
Untuk diketahui ada beberapa cara pengguna dapat meningkatkan jumlah follower, diantara yang banyak dilakukan pengguna adalah dengan menggunakan bot atau tools auto-follow yang dapat menambah pengikut dengan cepat tetapi berisiko melanggar aturan platform.
Metode penggunaan bot ini dengan bantuan software atau tools untuk bertindak otomatis, dan ini sering kali melanggar pedoman komunitas.
Layanan pihak ketiga yang menjual pengikut, yang sering kali merupakan akun pasif atau fake.
Risiko dari penggunaan bot berlebihan dapat menyebabkan akun dibatasi (shadowban) atau diblokir permanen oleh platform.
Dan disarankan kepada pengguna media sosial Instagram untuk pertumbuhan jangka panjang, adalah dengan fokus pada metode organik yang positif dan bermanfaat karena pengikut yang diperoleh benar-benar tertarik pada konten Anda. Metode bot hanya memberikan angka, bukan keterikatan (engagement) yang nyata.
[]