ARASYNEWS.COM – Jalan lintas Sumatera penuh cerita dan kisah misteri yang rata-rata akibat kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang memakan korban jiwa. Cerita mistis ini bahkan beredar dan terus disampaikan karena penampakan yang terkadang terlihat dan dirasakan bagi sebagian masyarakat.
Bahkan ini juga bergaung di antara para sopir dan pecinta bus lintas di Sumatera. Disebut lantaran kisah-kisah mistis yang melekat di sepanjang trayek di jalan lintas Sumatera.
Salah satunya adalah tentang bus Karona yang disebut sebagai bus hantu.
Bus ini aktif dan populer pada tahun 1990-an. Dan terkenal karena lari bus yang kencang melintasi jalanan di pulau Sumatera yang penuh liku-liku dan menanjak – menurun. Kecepatan bus ini ibarat peluru.
Bus Karona pada tahun 1990-an dikenal sebagai salah satu bus legendaris dan ikonik di Sumatera, khususnya populer di kalangan pengguna moda transportasi darat pada masa itu. Karona merupakan bagian dari sejarah panjang bus lintas Sumatera, yang seringkali memiliki reputasi sebagai bus tangguh di jalur Sumatera.
Bus Karona ini diketahui dulu berpusat di jalan Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan. Lokasi yang kini dikenal sebagai Pajus (Pajak Sore). Trayek bus Karona yakni Medan – Jakarta, via lintas Tengah dan Timur Sumatera.
Bus ini terkenal tak pernah membuang waktu dan dipenuhi penumpang. Berhenti hanya sebentar di rumah makan yang telah ditentukan. Tidak ada singgah tambahan ditempat lain.
Selain itu, waktu keberangkatannya juga konsisten sehingga sopir mengejar waktu dalam tiap-tiap kota yang dilaluinya, ibarat balapan. Misalnya dari rumah makan Gunung Medan jam 3 sore kemudian melalui Kiliran Jao dan pada pukul 2 dini hari sudah sampai di Medan (dari kenangan pengakuan penumpang bus yang mengetahui kecepatan lari bus Karona).
Ada lagi pengakuan penumpang yang dialami pada tahun 1998. Penumpang naik dari Batu Ceper Tangerang. Dan begitu keluar dari penyeberangan di Bakauheni pada sore hari, kemudian langsung ngebut kencang di jalan menanjak. Dan pada jam 4 sore sudah sampai di Medan.
Selain itu, disebut juga jika malam hari, bus Karona berlari lebih kencang seperti peluru, sehingga para penumpang langsung berdoa.

Mitos Bus Hantu Karona
Disisi lain dari kecepatan bus Karona ini banyak juga kisah misterinya.
Konon, dulu pernah terjadi kecelakaan pada salah satu bus ini. Lokasinya di Minas, Riau. Bus terjun ke jurang dan semua penumpangnya tewas. Namun anehnya, pada waktu-waktu tertentu di malam hari, bus yang sama terlihat melaju di jalan lintas menuju Medan.
Diceritakan, sekitar tahun 1998, ada dua orang yang naik bus ini di jalan sekitar pukul 11 malam. Mengaku melihat seluruh penumpang berpakaian putih dan sedang tertidur lelap di dalam bus, seolah-olah arwah mereka masih ikut dalam perjalanan. Dan yang anehnya, waktu tempuh perjalanan sangat singkat yang dirasakan dua orang penumpang tersebut, sampai di Medan pukul 2 dini hari.
Ada pula kisah lainnya, rombongan dari Langkat yang menyewa bus Karona yang penuh muatan jeruk. Bus terguling di Duri Riau, dan menewaskan beberapa penumpang termasuk rombongan itu. Cerita itu masih terngiang di jalan lintas terutama pada malam hari, ada teriakan minta tolong dalam gelap, tangisan anak-anak, dan bau solar yang menyengat. Ini disebutkan masih membekas hingga kini.
Sementara itu, tidak sedikit yang menyebutkan bahwa mitos bus hantu bus Karona berkembang untuk memperkuat citra bus Karona sebagai bus legendaris. Namun soal kecepatannya, itu bukan mitos melainkan fakta yang terjadi pada masanya.
Untuk kini, bus Karona telah tampil beda dibawah pengelolaannya dan aktif melayani penumpang Sumatera – Jawa.
[]