ARASYNEWS.COM, SIAK – Dalam kegiatan kuliah kerja nyata (Kukerta) mahasiswa kelompok Navakarsa FMIPA Universitas Riau di Teluk Merempan, memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama pada anak-anak.
Salah satu dari banyak program yang dilakukan adalah program kerja Mini Clean Up (MCU). Program ini merupakan salah satu kegiatan edukatif yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sejak usia dini.
Dila, salah seorang anggota kelompok Navakarsa mengatakan, kegiatan ini secara khusus menyasar siswa-siswi SDN 09 Teluk Merempan sebagai upaya menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan kepada generasi muda.
Program yang dikoordinatori oleh Dwi Latifah ini diawali dengan sesi edukasi interaktif mengenai perbedaan sampah organik dan anorganik, sekaligus memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Kemudian pada sesi edukasi, dilakukan dengan praktik langsung melalui gerakan “operasi semut”, yakni kegiatan memungut sampah secara bersama-sama di area lingkungan sekolah hingga ke sekitar kawasan luar sekolah.
Kegiatan ini dilakukan dengan penuh antusias oleh para siswa yang didampingi oleh Mahasiswa Kukerta Berdampak FMIPA Universitas Riau 2026, sehingga suasana menjadi lebih menyenangkan sekaligus bermakna.
Melalui aksi nyata tersebut, kelompok Navakarsa berharap para siswa tidak hanya memahami pentingnya kebersihan secara konsep, tetapi juga terbiasa menerapkannya dalam tindakan sederhana sehari-hari, seperti membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah maupun rumah.
Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan program, Mini Clean Up (MCU) juga menyerahkan beberapa unit tempat sampah kepada pihak Desa Teluk Merempan.
Penyerahan ini menjadi simbol dukungan nyata dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih tertib, terarah, dan berkelanjutan.
Dengan adanya fasilitas tempat sampah tambahan, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk membangun kebiasaan disiplin dalam membuang sampah pada tempatnya.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan nyaman, serta mendukung kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan untuk masa depan yang lebih baik. [Rls]