Mahasiswa Kukerta Berdampak Khusus FMIPA UNRI Kelompok Navakarsa Hadirkan Program Navaton: Edukasi Ceria Lewat Nonton Film dan Pohon Harapan di Kampung Teluk Merempam
ARASYNEWS.COM, SIAK – Mahasiswa yang terlibat dalam Kuliah Kerja Nyata Terpadu (Kukerta) Berdampak Khusus FMIPA Universitas Riau (UNRI) Kelompok Navakarsa melaksanakan kegiatan bernama Navaton (Navakarsa Menonton) pada tanggal 8 Februari 2026 di Kampung Teluk Merempan.
Dila, salah seorang perwakilan kelompok menyebutkan, kegiatan ini dirancang sebagai inovasi dalam pendidikan nonformal yang menggabungkan hiburan dan pendidikan bagi anak-anak di area tersebut dengan Lily Nurjana selaku penanggung jawab.
Program Navaton dimulai dengan menonton film bersama anak-anak, menyuguhkan film “Jumbo” yang kaya akan pesan moral, seperti persahabatan, keberanian, dan pentingnya kolaborasi. Anak-anak terlihat sangat antusias dan terlibat dalam kegiatan ini, menikmati alur cerita film tersebut.
Suasana acara sangat hangat dan ceria. Mahasiswa Kukerta FMIPA UNRI Kelompok Navakarsa juga mendampingi anak-anak selama acara berlangsung, menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan teratur.
Setelah sesi menonton film, acara dilanjutkan dengan aktivitas pembuatan Pohon Harapan. Anak-anak diberi kesempatan untuk menuliskan harapan dan cita-cita mereka di atas kertas warna-warni yang kemudian ditempelkan di pohon harapan sebagai simbol impian dan motivasi mereka dalam mengejar masa depan.
Pohon harapan ini mencerminkan doa dan cita-cita anak-anak di Kampung Teluk Merempam. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Kukerta juga berupaya untuk memotivasi anak-anak agar tetap bersemangat dalam belajar dan berani memiliki mimpi besar demi masa depan yang lebih cerah.

Dengan program Navaton ini, mahasiswa Kukerta Berdampak Khusus FMIPA UNRI Kelompok Navakarsa berharap untuk memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi anak-anak, sekaligus memperkuat hubungan antara mahasiswa dan warga setempat.
“Program ini diharapkan akan menghasilkan dampak positif dan menjadi inspirasi bagi kegiatan edukatif yang kreatif dalam masyarakat,” pungkas Dila mewakili kelompok. [Rls]