ARASYNEWS.COM – Tiga provinsi di pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, terdampak bencana hidrometeorologi dan ditetapkan menjadi darurat bencana oleh pemerintah.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama seluruh unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, dan para relawan terus melakukan penanganan, mulai dari pendistribusian bantuan, pendirian tempat pengungsian sementara, hingga pada evakuasi korban dan pencarian korban yang masih belum ditemukan serta pembukaan akses ke wilayah yang terisolir.
Penanganan darurat ini dipimpin langsung oleh Kepala BNPB Letjen TNI, Suharyanto, menyebutkan untuk pendistribusian bantuan selain menggunakan jalur darat juga dengan jalur udara menggunakan helikopter.
Disebutkan juga, pada hari keempat ini setelah penetapan status tanggap darurat bencana, jumlah korban yang meninggal dunia mencapai 442 jiwa, dan 402 jiwa masih dinyatakan hilang.
Sumatera Utara (Sumut)
Untuk di wilayah Sumatera Utara, tercatat 217 orang meninggal dunia, dan 209 orang dilaporkan hilang.
Korban meninggal dunia ini tersebar di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Kota Padang Sidempuan, Deli Serdang, dan Nias.
Sementara itu, pengungsi tersebar di beberapa titik, antara lain 3.600 jiwa di Tapanuli Utara, 1.659 jiwa di Tapanuli Tengah, 4.661 jiwa di Tapanuli Selatan, 4.456 jiwa di Kota Sibolga, 2.200 jiwa di Humbang Hasundutan, dan 1.378 jiwa di Mandailing Natal.
“Korban jiwa untuk Sumatra Utara 217 yang meninggal dunia kemudian 209 yang masih hilang,” ungkap Suharyanto.
Untuk akses di darat menuju beberapa kabupaten masih terputus akibat longsor, tertutup lumpur, dan jembatan yang putus.
“Untuk Tarutung-Sibolga ini masih normalisasi. Yang bisa ditembus alat berat ini 40 kilometer,” kata Suharyanto.
“Di Mandailing Natal, jalur Singkuang–Tabuyung serta ruas Batang Natal–Muara Batang Gadis terputus pada beberapa titik sehingga sejumlah kecamatan terisolasi,” terang dia.
“Di Tapanuli Tengah, pembersihan material longsor terus dilakukan pada ruas jalan nasional Sibolga–Padang Sidempuan, Sibolga–Tarutung, serta jembatan yang rusak di beberapa titik,” terangnya.
Untuk penyaluran logistik, ke Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan, tengah dilakukan.
Sementara itu, untuk ke Mandailing Natal, Kota Gunung Sitoli, dan Nias Selatan masih terkendala akses darat sehingga pengiriman bantuan menggunakan helikopter.
Aceh
Untuk di wilayah Aceh, korban sementara meninggal dunia 96 orang, 75 jiwa hilang. Semuanya tersebar di Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, dan Nagan Raya. Dan jumlah pengungsi mencapai 62.000 KK di berbagai kabupaten/kota.
Untuk akses ke sejumlah lokasi masih terputus, seperti ke perbatasan Sumut–Aceh Tamiang, jembatan Meureudu di perbatasan Pidie Jaya–Bireuen, serta jalan nasional di Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah.
Sementara itu, Akses Subulussalam–Aceh Selatan masih tergenang tanpa jalur alternatif.
Bantuan dikirim ke 11 dari 17 kabupaten/kota menggunakan jalur udara dan laut.
Sumatera Barat (Sumbar)
Untuk di wilayah Sumatera Barat, tercatat 129 jiwa meninggal dunia, 118 hilang, dan 16 luka-luka.
Korban tersebar di Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kota Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman Barat, Pasaman, Solok, Kota Solok, dan Pesisir Selatan.
Total pengungsi mencapai 11.820 KK atau 77.918 jiwa, dan yang terbanyak di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan.
Untuk akses jalan darat terputus pada ruas jalan Koto Mambang–Balingka, Pasar Baru–Alahan Panjang, Panti–Simpang IV, serta jalan nasional Padang Panjang–Sicincin dan Simpang Taman–batas Lubuk Sikaping.
Upaya pembukaan akses jalur darat terus dilakukan agar distribusi bantuan dapat menjangkau seluruh titik terdampak.
“Secara umum masih bisa dilalui lewat jalur darat,” ungkap Suharyanto.
Pengiriman logistik dan bantuan lainnya serta alat untuk pencarian korban dilakukan Polda Sumbar dan juga mendapat bantuan dari Polda Riau.
“Hari ini kita lihat di lapangan, cuacanya cerah hari ini ya. Semoga proses evakuasi, pengiriman bantuan dan logistik dapat berjalan dengan cepat, serta proses pembukaan jalur darat dapat terlaksana,” harap Suharyanto. []