ARASYNEWS.COM – Tonggak Tujuah berarti tujuh tiang yang berada di kawasan Danau Singkarak provinsi Sumatera Barat.
Konon dari cerita masyarakat, tiap tiang ini mempunyai kisah tersendiri dan tiap tiang ada penunggunya.
Tonggak Tujuah ini berdiri di wilayah Kabupaten Solok, di tepi jalan lintas yang menghubungkan kota Solok dengan kota Padang Panjang.
Menurut cerita yang beredar di tengah-tengah masyarakat, ada kejadian-kejadian aneh dan tak wajar yang menimpa pengendara yang melintas.
Konon sejak dulu dan hingga sekarang, di sekitar kawasan ini kerap terjadi kecelakaan yang membuat kendaraan masuk ke dalam danau. Terkadang orang dalam kendaraan itu tidak ditemukan alias meninggal. Dan ini yang disebutkan orang-orang bahwa Tonggak Tujuah meminta tumbal.
Kabarnya, orang yang tidak ditemukan itu akan dijadikan kendaraan atau budak di istana alam gaib yang ada di danau Singkarak.
Ratu Kapeh Putiah yang diketahui sebagai penguasa alam gaib di Danau Singkarak.

Sementara itu, kejadian aneh lainnya yang dialami banyak dirasakan para pemancing malam di kawasan itu.
Suasana dan hawa dingin yang tak lazim kerap dirasakan. Bahkan kendaraan yang diparkirkan ditemukan berpindah tempat tidak jauh dari lokasi parkir pertama.
Mereka yang memancing yang banyak mendapat ikan, biasanya membagikan sedikit ke penghuni alam gaib di kawasan itu.
Hingga kini, mistis Tonggak Tujuah masih beredar di masyarakat dan juga bagi para pemancing malam di kawasan itu.
Ditambah lagi dengan minimnya penerangan jalan yang lurus itu. Dan itu membuat suasana di jalur itu seakan mencekam.
Diketahui, Tonggak Tujuah ini dibangun pada tahun 1921 masa kolonial Belanda. Didirikan untuk melindungi jalur rel kereta api dan jalan pada masa itu dari batu yang sering jatuh dari atas bukit di kawasan itu.
Akan tetapi, entah kenapa tonggak penahan itu tidak dibangun di sepanjang jalur tersebut.
Tonggak-tonggak yang ada sebanyak tujuh ini dibangun dengan menggunakan susunan batu yang berdiri tegak. Juga terdapat besi penyangga antara satu dengan tiang-tiang lainnya.
Tonggak-tonggak ini hingga kini masih berdiri kokoh walaupun termakan usia.

Untuk diketahui, Danau Singkarak adalah sebuah danau yang membentang di dua kabupaten yang terdapat di provinsi Sumatera Barat, Indonesia, yaitu kabupaten Solok dan kabupaten Tanah Datar.
Danau ini memiliki luas 107,8 km² dan merupakan danau terluas ketiga di pulau Sumatera. Danau ini merupakan hulu dari sungai atau Batang Ombilin. Namun sebagian air danau ini dialirkan melalui terowongan menembus Bukit Barisan ke Batang Anai untuk menggerakkan generator PLTA Singkarak di dekat Lubuk Alung, kabupaten Padang Pariaman.
Keberadaan danau ini lekat dengan proses sesar Sumatera. Danau ini bagian dari Cekungan Singkarak – Solok yang termasuk di antara segmen dari Sesar Sumatera.
Cekungan dari danau ini terbentuk dari sebuah amblesan yang disebabkan oleh aktivitas pergerakan Sesar Sumatera. Cekungan besar ini terbendung oleh material vulkanik dari letusan gunung api sekitarnya. Akibat pembendungan material vulkanik ini terbentuklah Danau Singkarak di satu bagian Cekungan Singkarak-Solok.
[]