ARASYNEWS.COM – Medan Zoo di Medan, Sumatera Utara tengah menjadi sorotan publik. Selain terbengkalai dan tidak terawat, ada juga hewan-hewan yang sakit, bahkan sudah ada tiga harimau mati dalam dua bulan terakhir.
Medan Zoo memiliki sederet masalah finansial, seperti utang ke vendor untuk pakan satwa hingga gaji pegawai yang belum dibayar selama empat bulan.
Disisi lain, terkait kabar ini, warganet pun menyinggung kurangnya perhatian dari pemerintah kota Medan.
Bahkan tidak sedikit warga di Medan yang menyesali tidak adanya perhatian dari walikota Medan Bobby Nasution yang merupakan menantu dari Presiden RI Joko Widodo.
Bobby Nasution pada pekan lalu sedang mempertimbangkan beberapa pilihan karena tidak sanggup membeli pakan satwa dan membayar gaji pegawai, termasuk opsi menutup Medan Zoo.
“Ada beberapa opsi kita buat, tentunya harus melihat segala aspek. Opsi dibuka, ditutup, kita opsi relokasi pastinya opsi-opsi yang sudah kita list (daftar),” ungkap dia, dilansir dari antara, Rabu (17/1/2024).
Disisi lain, Ketua Komisi III DPRD Kota Medan Afif Abdillah mengatakan penutupan Medan Zoo atau Kebun Binatang Medan bukan merupakan pilihan yang layak.
“Kami sangat prihatin atas kondisi Medan Zoo saat ini. Tetapi saya tegaskan, penutupan bukan opsi yang layak untuk dipertimbangkan,” kata Afif.
“Kami sangat menyayangkan kalau pemerintah sampai memasukkan opsi penutupan Medan Zoo ke daftar pilihan solusi. Kalau pemerintah menyerah, mau bagaimana lagi nasib Medan Zoo itu,” kata dia.
Politisi ini menawarkan pilihan bekerjasama dengan perusahaan swasta, baik lokal maupun nasional agar menjadi “bapak asuh” setiap jenis satwa akibat belum adanya investor mengelola kebun binatang ini.
“Misalnya perusahaan A menjadi ‘bapak asuh’ satwa gajah, perusahaan B ‘bapak asuh’ rusa, perusahaan C ‘bapak asuh’ harimau, dan seterusnya,” tutur Afif.
Diketahui, kondisi yang memprihatinkan ini karena Medan Zoo terlilit utang pakan dan pegawai belum digaji Pemko Medan.
Medan Zoo memiliki jumlah kandang 76 unit dengan satwa sebanyak 255 ekor terdiri atas 163 ekor aves, 60 ekor mamalia dan 32 ekor reptil di lahan 10 hektare dari total seluas 30 hektare. []