Pedagang Kecil Raup Untung Besar di Malam Pergantian Tahun, Tapi Pengunjung Mengeluh

ARASYNEWS.COM – Viral di media sosial, pengunjung Pantai Padang mengeluh lantaran harga makanan yang naik drastis saat perayaan malam tahun baru 2023.

Pengunjung mengeluh karena mereka membayar pesanan makanan dan minuman dengan harga yang cukup tinggi.

“Saya terkejut saat melihat harga makanannya. Masa nasi goreng harganya sampai Rp40 ribu,” kata pengunjung, dikutip di media sosial.

“Utuk nasi goreng di kawasan tersebut biasanya berkisar Rp18 sampai Rp20 ribu saja. Dan yang bikin jengkelnya lagi rasa nasi gorengnya juga tidak enak ditambah lagi makanan yang disajikan sudah dingin,” lanjutnya.

Tidak hanya itu saja, saat malam pergantian tahun baru 2023 di Pantai Padang, pedagang juga memungut biaya untuk tempat duduk yang biasanya disediakan gratis.

“Kami juga menikmati wisata di depan Hotel Ochean Beach yang juga membuat saya sedikit terkejut. Ternyata untuk duduk di kursi yang disediakan di sana juga harus bayar,” lanjutnya.

Ia menuturkan bahwa ia duduk di lokasi tersebut bersama seorang temannya dan hanya memesan minuman dan satu buah pisang saja.

“Saya terkejut saat mau bayar saya diminta membayar Rp45 ribu. Saya tanya kenapa semahal ini, kata pedagangnya masuk bayar tempat duduknya,” katanya.

Hal tersebut sangat membuat pengunjung lokasi wisata kecewa dan menurutnya, dirinya tidak ingin berwisata ke Pantai Padang lagi kedepannya.

“Kalau pedagangnya seperti ini, saya tidak mau lagi untuk singgah dan menghabiskan uang di lokasi wisata Pantai Padang ini lagi,” pungkasnya.

Disisi lain, dengan kemeriahan malam pergantian tahun ini, banyak pedagang kecil di Pantai Padang yang meraup untung besar. Tingginya kunjungan masyarakat ke Pantai Padang, tepatnya di kawasan Muaro Lasak dan Cimpago membuat pedagang beruntung besar.

Dikatakan salah seorang pedagang, malam pergantian tahun di Pantai Padang memberi berkah pada pedagang di Pantai Padang.

Selama momen pergantian tahun, keuntungan yang ia dapat dari berjualan makanan dan minuman naik bahkan sampai 300 persen.

“Alhamdulillah, pengunjungnya ramai. Kami buka dari siang, sampai sore hari saja kami sudah balik modal.” kata Bayu, salah seorang pedagang, dikutip dari katasumbar, Senin (2/1/2023).

Makin malam makin ramai, adik saya yang membantu di warung jadi kelimpungan melayani orderan,” katanya,

Bayu menjelaskan, jika hari biasanya paling banyak ia hanya mendapatkan omset Rp500 ribu, pada malam tahun baru ia meraup Rp2 juta.

“Modalnya sekitar Rp300 ribu. Jadi jika dihitung-hitung, bisa sampai 300 persen naiknya keuntungan,” jelas dia.

Senada dengan Bayu, pedagang di Muaro Lasak, Robi (39) juga merasakan hal demikian.

Ia berterima kasih pada pemerintah telah membebaskan pedagang berjualan pada momen tahun baru.

“Hasilnya bisa bayar biaya sekolah anak. Kami juga bisa menambah tabungan dengan hasil dagang pada tahun baru,” sebut pria 2 anak ini.

Menurut Robi, pada malam tahun baru, pengunjung yang datang ke Pantai Padang tidak hanya warga Padang saja.

Tapi banyak dari daerah tetangga seperti Riau, Jambi, Sumut dan bahkan ada yang dari DKI Jakarta.

“Rata-rata perantauan yang pulang karena bertepatan dengan libur sekolah.”

“Awalnya kami sempat pesimis lantaran cuaca buruk. Tapi Tuhan berkata lain, cerah se cerah-cerahnya malam tahun baru.”

“Alhamdulillah ini berkah untuk kami,” jelas dia.

Ditelusuri di berbagai media sosial, berbagai komentar positif dan negatif tentang harga disampaikan warganet.

Tidak sedikit yang menyindir tentang pemberlakuan harga makanan dan minuman yang mahal. Tapi disisi lain, ada juga yang menyinggung bahwasanya hal itu dapat membantu perekonomian pedagang kecil dalam momen tertentu dan juga menyindir tentang harga makanan dan minuman yang mahal yang ditetapkan kafe-kafe tetapi tidak dikeluhkan pengunjung.

Sebagaimana diketahui, Pemko Padang pun mengakui bahwa Ibukota Sumbar tersebut diserbu pengunjung selama pergantian tahun. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Padang, Alfian. Ia menyebut, hampir rata semua objek wisata ramai kunjungan.

“Pantai Padang dan Pantai Air Manis paling banyak didatangi wisatawan. Itu sudah terpantau sejak Natal. Tapi untuk perayaan di malam harinya, hanya terpusat di Pantai Padang,” katanya. []

You May Also Like