Per 1 Februari 2022, HET Minyak Goreng Rp11.500 per Liter

ARASYNEWS.COM – Menteri Perdagangan (Mendag) RI Muhammad Lutfi menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) terbaru minyak goreng mulai 1 Februari 2021 mendatang.

Penetapan harga berlaku untuk tiga jenis minyak goreng. HET minyak goreng untuk kemasan curah senilai Rp 11.500 per liter, kemasan sederhana sebesar Rp 13.500 per liter, dan kemasan premium senilai Rp 14.000 per liter. Harga tersebut sudah termasuk PPN.⁠

Penetapan HET berdasarkan kebijakan harga domestik (DPO) terbaru, di mana harga Crude Palm Oil (CPO) turun menjadi Rp 9.300 per liter.⁠

Dikatakan Mendag, kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) untuk menjaga kestabilan harga minyak goreng.

“Selama masa transisi hingga 1 Februari 2022, maka kebijakan minyak goreng harga Rp 14.000 per liter tetap berlaku,” kata Mendag Lutfi melalui keterangan tertulisnya, Jumat (28/1/2022) kemarin.

“Jadi, per 1 Februari 2022, kami akan memberlakukan penetapan harga eceran tertinggi minyak goreng,” ungkapnya

“Mekanisme kebijakan DMO atau kewajiban pasokan ke dalam negeri, berlaku wajib untuk seluruh produsen yang akan ekspor,” terang Mendag.

“Jadi, nanti, seluruh eksportir yang akan ekspor, diwajibkan memasok minyak goreng ke dalam negeri sebesar 20 persen dari volume ekspor mereka,” ujar Mendag.

Adapun dengan rinciannya sebagai berikut:

Minyak goreng curah Rp 11.500 per liter
Minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500 ribu per liter
Minyak goreng kemasan premium Rp 14.000,- ribu per liter

Seluruh harga eceran tertinggi tersebut sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Oleh karena itu, selama masa transisi sejak hari ini hingga 1 Februari kebijakan minyak goreng 1 harga Rp14.000 per liter tetap berlaku dengan mempertimbangkan waktu kepada produsen dan pedagang untuk melakukan penyesuaian.

Lutfi juga mengatakan pemerintah akan mengambil langkah-langkah hukum yang tegas kepada seluruh pelaku usaha yang tidak patuh atau mencoba melanggar ketentuan tersebut. Lebih lanjut, ia meminta produsen untuk segera mempercepat penyaluran minyak goreng dan memastikan tidak terjadi kekosongan stok di tingkat pedagang dan pengecer.

Ia juga mengimbau masyarakat tetap bijak dengan tidak melakukan panik beli atau panic buying terhadap minyak goreng tersebut. Sebab, pemerintah menjamin stok minyak goreng tetap tersedia dengan harga terjangkau.

“Kami berharap dengan kebijakan ini harga minyak goreng dapat menjadi lebih stabil dan terjangkau untuk masyarakat, serta tetap menguntungkan bagi para pedagang, distributor, hingga produsen,” tandasnya. []

You May Also Like