ARASYNEWS.COM – Hingga saat ini pembangunan jalan tol trans Sumatera masih dalam tahap pengerjaan. Telah lebih empat tahun pengerjaan proyek ini. Kendala di lapangan selain pembebasan lahan, salah satunya juga karena kondisi lahan yang di Sumatera didominasi perbukitan dan rawa. Hal itu pula yang menjadi tantangan tersendiri bagi kontraktor yang menggarap proyek tersebut.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengungkapkan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera menggunakan teknologi terkini untuk mendukung kegiatan konstruksi yang sesuai dengan karakteristik tanah di lokasi pembangunannya.
“Ini perlu didukung dengan penerapan teknologi yang dapat membantu pelaksanaan konstruksi agar berjalan mudah,” kata Danang, dikutip pada Rabu (12/1/2022)
Soal kondisi lahan proyek, menurut Danang, menjadi satu dari sejumlah hambatan dalam membangun jalan tol. Selain kendala permukaan tanah, kondisi topografi yang sulit dijangkau juga bisa menghambat proses konstruksi.
Danang menyebutkan, Tol Palembang – Indralaya telah menerapkan teknologi vacuum consolidation method (VCM) yang merupakan terobosan baru dalam konstruksi jalan tol di Indonesia.
Teknologi VCM ini juga merupakan perangkat teknologi yang ramah lingkungan, serta mampu meminimalisir sumber daya dan penggunaan alat berat di lapangan.
Teknologi VCM ini bermanfaat dalam mengurangi kadar air maupun udara dalam tanah. Sebab, pembangunan jalan tol tersebut didominasi pengerjaan di atas tanah rawa dengan medan yang berat, sehingga memerlukan metode konstruksi khusus
“Hadirnya teknologi VCM juga sekaligus digunakan untuk mempercepat penurunan dan meningkatkan daya dukung tanah asli yang lunak,” ungkap Danang.
Dikatakan Danang, teknologi VCM, juga akan memompa vakum terhadap tanah di lokasi pembangunan jalan tol untuk mengurangi kadar air dan udara, sehingga bisa mempercepat penurunan tanah.
Kelebihan lain teknologi VCM adalah memiliki gangguan yang rendah terhadap kegiatan pekerjaan konstruksi lainnya. Bahkan, pengerjaan vakum tersebut dapat dilakukan secara overlap dengan pekerjaan lain, sehingga mempersingkat jadwal konstruksi secara keseluruhan.
Danang menjelaskan juga, penerapan inovasi lainnya seperti sistem monitoring teknologi jembatan juga digunakan dalam memonitor perkembangan kesehatan struktur jembatan setelah beroperasi. Sistem tersebut dikenal dengan sebutan inovasi Structural Health Monitoring System.
Sistem ini, menurut dia, juga mendukung monitoring perkembangan kesehatan struktur jembatan bentang menengah untuk jalan tol, yaitu pada struktur junction yang melintas di atas jalan tol operasi. []
Source. Tempo