Status Siaga Darurat Karhutla di Riau Hingga 30 November

ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Provinsi Riau telah berada dalam status siaga darurat karhutla hingga 30 November. Penetapan ini disampaikan Gubernur Riau Abdul Wahid yang terhitung sejak 27 Maret lalu. Namun, peningkatan signifikan titik panas dan luasan lahan terbakar membuat Pemprov Riau lebih mengambil langkah tegas.

Status ini memungkinkan penggunaan sumber daya secara maksimal, termasuk pengerahan bantuan logistik dan teknologi dari pemerintah pusat serta koordinasi lintas sektor.

“Tanggap darurat ini dilakukan sebagai upaya kita untuk memaksimalkan penanganan karhutla. Kita perkuat monitoring dan ground checking titik hotspot,” ungkap Gubernur Riau Abdul Wahid, dikutip Rabu (23/7).

Sebelumnya, langkah itu, menyusul terjadinya peningkatan jumlah titik panas dan titik api dalam sepekan terakhir di wilayah Riau.

Status ini diambil sebagai langkah responsif terhadap kondisi yang kian mengkhawatirkan.

Abdul Wahid menyampaikan ini saat melakukan pertemuan bersama Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq, Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto, dan jajaran forkopimda Riau di Gedung Daerah Balai Serindit Pekanbaru, pada Selasa (22/07/2025) kemarin.

Ia mengungkapkan bahwa wilayah dengan titik api terbanyak berada di dua kabupaten, yakni Rokan Hilir dan Rokan Hulu. Kedua daerah ini menjadi perhatian serius karena kerap mengalami karhutla setiap tahun.

“Kita lihat dari titik api di Rokan Hilir dan Rokan Hulu yang paling banyak. Sehingga kita minta kepada seluruh pihak terkait hari ini, harus gerak lebih lagi,” kata Gubri.

Sementara itu, diketahui bahwa kebakaran hutan dan lahan masih terus melanda wilayah Riau. Sudah ratusan hektar lahan yang terbakar dan tersebar di wilayah Riau hingga saat ini.

Gubri mengimbau peran penting bersama dalam mengatasi masalah ini. Selain menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan, juga peran serta bersama agar melaporkan kegiatan masyarakat yang menyimpang untuk pembakaran. []

You May Also Like