Sholat Tapi Bawa Benda-benda Yang Isinya Tidak Disukai Allah, Termasuk Pikiran dan Hati

ARASYNEWS.COM – Perintah melaksanakan ibadah sholat tegas Allah SWT sampaikan dalam Al-Qur’an melalui Rasulullah ﷺ. Akan tetapi masih banyak umat muslim yang tidak sungguh-sungguh melaksanakannya.

Disisi lain, sebelum melaksanakan sholat, umat muslim diwajibkan mensucikan diri dengan berwudhu. Serta juga mengenakan pakaian-pakaian bersih dan terbaik.

Dikutip dari tausiyah Ustadz Adi Hidayat, salah satu yang disinggung dalam melaksanakan ibadah sholat adalah masih banyak umat muslim yang membawa barang-barang yang tidak disukai Allah saat melaksanakan ibadah.

Bahkan Ustadz Adi Hidayat menyebutkan bahwa orang yang masih nekat bawa benda ini saat shalat itu merupakan orang yang paling tidak beradab.

Berkaitan dengan ini, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa pada dasarnya shalat itu merupakan ibadah yang berhubungan erat dengan adab mulia.

“Di antara manfaat shalat itu melahirkan adab, nilai-nilai kebaikan yang kita praktekan dalam kehidupan,” kata Ustadz Adi Hidayat.

Menurut Ustadz Adi Hidayat seharusnya jika orang rajin shalat maka seharusnya ia juga memiliki akhlak yang mulia.

“Orang shalat itu pasti jadi orang baik karena sumber-sumber keburukan sudah tidak ada dalam dirinya, ini poinnya, kalau shalatnya benar dampaknya ke adab pasti mulia,” kata Ustadz Adi Hidayat.

Adapun salah satu benda yang dimaksud adalah ponsel yang dengan berbagai macam isinya.

Tegas Ustadz Adi Hidayat bahwa benda yang mengandung isi tersebut sebaiknya tidak dibawa dalam shalat.

Ia menjelaskan, sebagaimana yang terjadi pada orang zaman jahiliyah, berubah sikap dan sifatnya begitu mereka diajari shalat oleh Rasulullah ﷺ.

“Mangkanya orang jahiliyah dulu buruk sekali adabnya, diajarin shalat,” kata Ustadz Adi Hidayat.

“Zina, pornografi, kata-kata jorok, kata-kata hinaan, iri, dengki, kata-kata kotor, LGBT, hilang tuh semua karena shalat,” sambungnya.

Maka dari itu, Ustadz Adi Hidayat menyatakan dengan tegas bahwa jika ada orang masih berbuat maksiat padahal rajin shalat pasti ada yang salah dengan shalatnya.

“Kalau ada orang rajin shalat tapi kata-katanya masih jorok, pasti ada yang salah pada orang itu,” tegas Ustadz Adi Hidayat.

Kemudian Ustadz Adi Hidayat memberikan pesan tegas untuk berhati-hati, terutama untuk tidak membawa benda-benda tertentu yang mengandung unsur keburukan dalam shalat.

“Hati-hati, shalat tapi masih senang nonton gambar-gambar yang tidak baik,” tegasnya.

Bahkan Ustadz Adi Hidayat secara tegas menyebut orang-orang yang dalam shalat membawa ponsel yang isinya gambar serta video porno itu sebagai orang yang paling tidak beradab.

“Mohon maaf, orang paling tidak beradab itu sudah nonton tayangan buruk, gambar-gambar dikoleksi di HP, eh masih sempat HP nya dimasukin saku dipakai shalat,” tegas Ustadz.

“Dimasukin saku, masuk ke masjid, ini gambar-gambar enggak bagus disimpan di HP, dimasukin ke dalam sakunya dipakai shalat,” lanjutnya.

Dari sini Ustadz Adi Hidayat menyebutkan bahwa jangan sampai di lisan dan gerakan melakukan shalat akan tetapi ada hal-hal yang melekat serta dibawa dalam dirinya yang mengandung unsur maksiat.

“Lisannya mengatakan Allahu Akbar dan mengatakan doa sampai rukuk sampai sujud tapi dalam kantongnya ada maksiat, nah itu hati-hati,” kata dia.

Tentunya pesan Ustadz Adi Hidayat ini bukan hanya sebatas tidak membawa ponsel berisi konten pornografi saat sedang shalat.

Lebih luasnya lagi, Ustadz Adi Hidayat berpesan untuk menjauhkan diri dari kemaksiatan seluruhnya, termasuk akan hati dan pikiran yang tidak disukai Allah SWT.

Tentang berwudu dalilnya ada dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 6, Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” (QS Al Maidah : 6).

Allah SWT menyukai orang yang bersih, QS. At-Taubah: 108

لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا ۚ لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ

Artinya: “Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.” (QS. At-Taubah: 108).

Wallahua’lam.

[]

You May Also Like