ARASYNEWS.COM – Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan umatnya untuk makan dengan tidak tergesa-gesa, seperti dalam sabdanya:
“Jika seorang dari kalian sedang makan, maka jangan tergesa-gesa sampai dia menuntaskan makannya, meskipun iqâmah telah dikumandangkan.” (HR. al-Bukhâri no. 673).
Umat Islam tidak dianjurkan untuk memakan makanan secara berlebihan. Selain mubazir, Rasulullah juga telah menganjurkan umat Islam untuk makan secukupnya saja.
Ibnu Umar berkata, “Seorang laki-laki bersendawa di hadapan Rasulullah. Beliau berkata, “Hentikan sendawamu itu dari kami, karena orang yang paling banyak kenyang di dunia, ia akan menjadi orang yang paling lama laparnya di hari kiamat.”
Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman dalam Al-Qur’an,
يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ
Artinya: “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” QS. Al A’raf: 31).
Dengan begitu, Allah SWT menganjurkan umatnya untuk tidak makan berlebihan, sebab akan memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan. Bagi umat Islam perintah tersebut sudah cukup jelas.
Sebuah penelitian sains yang dikhususkan untuk dunia kesehatan mengungkapkan, makan berlebihan dapat mengakibatkan seseorang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas. Kondisi tersebut dapat mendatangkan beragam penyakit seperti diabetes dan darah tinggi.
Sebab itu, ahli gizi menganjurkan untuk memakan makanan yang tidak terkandung lemak jenuh dan kolesterol yang berlebih, serta dianjurkan untuk tetap menjaga tubuh yang ideal.
Saat makan dengan durasi cepat, tubuh bisa mengalirkan balik asam lambung ke kerongkongan sehingga meningkatkan risiko penyakit asam lambung yang berujung maag akut jika terus-menerus dilakukan.
Bahkan, jika tidak ditangani, bisa berdampak pada penyempitan kerongkongan, tukak hingga pendarahan. Risiko sindrom metabolik pun turut menjadi ancaman lainnya yang berdampak meningkatnya risiko terserang penyakit jantung.
Sedangkan makan lambat akan membantu tubuh lebih baik dalam mengirim sinyal ke otak. Selain itu, jika makanan dinikmati perlahan, maka manfaat dari makanan itu akan lebih mudah diserap oleh tubuh.
Selain itu, makan lambat akan membantu lambung bekerja dengan baik, pencernaan menjadi lebih lancar dan terhindar dari berbagai risiko penyakit berbahaya lainnya. []