Kepala BNPB Minta Maaf saat Melihat Langsung Kondisi yang Terjadi

ARASYNEWS.COM – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto akhirnya datang ke salah satu daerah yang terdampak bencana banjir di pulau Sumatera, yakni ke Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada Ahad (31/11), enam hari pasca bencana.

Dalam perjalanan menuju Aek Garoga, rombongan BNPB melalui dusun-dusun terdampak seperti Desa Batu Godang dan Aek Ngadol, dan menyaksikan langsung puing, tanah longsor, dan pemukiman yang hancur serta tumpukan kayu-kayu gelondongan.

Melihat kondisi pasca bencana, ia pun tersentuh dan menangis melihat kondisi kerusakan di desa Aek Garoga Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan.

Suharyanto pun menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah daerah, khususnya kepada Bupati setempat, atas pernyataannya sebelumnya yang menyebut bahwa dampak bencana di Sumatera termasuk di Sumut, Aceh, dan Sumbar “hanya mencekam di media sosial (medsos)”. Pernyataan itu memicu kritik publik karena dianggap meremehkan penderitaan korban.

Dengan tangis dan rasa terkejut, dia menyampaikan bahwa kenyataan di lapangan jauh lebih menyedihkan daripada yang terungkap lewat unggahan di internet. “Saya mohon maaf Pak Bupati… ini bukan berarti kami tidak peduli,” ujarnya.

Ia pun menegaskan bahwa bantuan serta penanganan akan dilakukan secara penuh tanpa pandang geografi maupun suku dan agama.

Suharyanto mengatakan, BNPB hadir di Tapanuli Selatan dan sejumlah daerah lain yang terdampak banjir untuk menolong masyarakat.

Sebelumnya, Kepala BNPB menjelaskan alasan pemerintah belum menetapkan banjir, banjir bandang, dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai bencana nasional.

Menurutnya, bencana itu masih berada pada tingkat daerah provinsi. “Memang kemarin kelihatannya mencekam karena berseliweran di media sosial, tetapi begitu kami tiba langsung di lokasi, banyak daerah yang sudah tidak hujan. Yang paling serius memang Tapanuli Tengah, tetapi wilayah lain relatif membaik,” ucap Suharyanto, Jum’at (28/11/2025) lalu.

[]

You May Also Like