Kembali Terjadi Penampakan Angin Puting Beliung di Kawasan Danau Diatas Alahan Panjang

ARASYNEWS.COM, ALAHAN PANJANG – Beredar postingan di media sosial Instagram, penampakan angin puting beliung pada Ahad (27/6/2021).

Kejadian ini disebutkan berlokasi di kawasan Danau Diatas Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Dalam video itu, angin puting beliung terlihat pada saat cuaca mendung. Angin dan berputar di danau terlihat seperti membawa air danau naik ke atas.

Kejadian ini terekam kamera HP milik salah satu wisatawan yang sedang makan di rumah makan.

Wisatawan yang melihat kejadian tersebut langsung merekam dari kejauhan.

“Penampakan angin puting beliung ini sekita pukul 14.26 WIB di kawasan Danau Diatas, Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumbar,” kata perekam.

Ia mengatakan, melihat angin puting beliung tersebut saat sedang santai setelah makan siang di daerah Alahan Panjang.

“Saat itu cuacanya sedang mendung di sekitar kawasan kejadian, ada awan hitam. Kami tadi habis makan lalu santai-santai. Saat kami lihat, awalnya kami kira awan biasa, tapi ternyata angin puting beliung dan berputar awannya,” ujarnya.

Dikatakannya, akibat angin puting beliung tersebut membuat air danau naik ke atas. Dan waktu kejadian adalah sekitar 15 menit.

Video itu pun beredar luas di jejaring media sosial Instagram dan sempat viral.

Ditempat terpisah, Kepala seksi observasi dan informasi BMKG Padang Pariaman Yudha Nugraha menjelaskan fenomena alam tersebut biasa terjadi saati waterspout.

“Iya kami mendapat laporan terjadi waterspout di daerah danau kembar,” kata Yudha Nugraha, Ahad (27/6).

Ia menjelaskan, waterspout merupakan fenomena cuaca yang sama seperti puting beliung, yang membedakan hanya lokasi kejadiannya. Dan yang beredar itu memang terjadi di wilayah perairan.

Adapun penyebab fenomena alam itu katanya berasal dari awan cumulunimbus dengan dasar awan hitam pekat. Waterspout atau puting beliung tersebut terjadi akibat kondisi udara yang tidak stabil di dalam awan tersebut dan tekanan udara yang lebih rendah dibandingkan sekitarnya. Sehingga terjadi aliran udara turun dan berputar sehingga terjadi pusaran angin yang cukup kencang dan bersifat merusak.

“Waterspout terjadi dalam durasi yang relatif singkat, dan datangnya secara tiba-tiba, sehingga masih sulit untuk mendeteksi terjadinya, namun untuk proses pertumbuhan awan penyebab puting beliung masih dapat di monitor oleh radar cuaca,” terang Yudha.

Terkait hasil ini, dikatakannya wilayah di Danau Diatas juga sudah beberapa kali terjadi penampakan seperti itu. Dan ia meminta agar masyarakat untuk menjauh dari lokasi terbentuknya waterspout.

“Biasanya, kecepatan waterspout itu bisa mencapai lebih dari 30 knots atau lebih dari 54km/jam sehingga bersifat merusak. Jadi masyarakat harus selalu waspada kondisi cuaca yang berubah di kawasan danau. Perubahan bisa secara drastis dan signifikan, terutama pada pagi hari saat cuaca cerah atau pada saat mendung,” terang Yudha.

Lebih lanjut, dikatakannya, kerusakan bisa terjadi karena diiringi hembusan angin kencang, hujan es, dan bahkan petir. []

You May Also Like