Jangan Menghina Orang atau Golongan Lain, Dijelaskan Dalam Al-Qur’an juga Ganjaran yang Dijanjikan Allah

ARASYNEWS.COM

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُوا۟ خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا۟ بِٱلْأَلْقَٰبِ ۖ بِئْسَ ٱلِٱسْمُ ٱلْفُسُوقُ بَعْدَ ٱلْإِيمَٰنِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. al-hujurat: 11)

Surat al-Hujurat adalah surat ke 49 yang artinya Kamar-kamar, lengkap ayat 1-18. Kandungan dari surat ini berisikan tentang pengokohan akhlak masyarakat Islam, dan peringatan tentang bahaya akhlak yang buruk.

Pada surat ke 11 ini, secara jelas Allah ﷻ berfirman kepada ummat Muslim agar jangan sekali-kali merendahkan dan menghina orang lain ataupun golongan lain dan termasuk rasis, apalagi terhadap sesama Muslim

Ini karena setiap Muslim itu adalah saudara. Dan setiap Muslim mempunyai tanggungjawab untuk menjaga kehormatan, keamanan, dan keselamatan saudara Muslim lainnya. Sebab boleh jadi orang yang dihina, diremehkan, dizalimi itu memiliki ketakwaan yang tinggi di sisi Allah ﷻ.

Bila ada seorang Muslim yang meremehkan, merendahkan, menghina saudara Muslim lainnya, maka perbuatan itu sudah menggolongkannya pada orang yang berbuat kejahatan.

Ini juga pernah disampaikan Rasulullah ﷺ dalam sabdanya dalam sebuah hadits yang dapat ditemukan juga dalam kitab at Targib wat Tarhib:

قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :اَلْمُسْلِمُ أَخُوْالْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ وَلَا يَحْقِرُهُ التَّقْوَى هَهُنَا, اَلتَّقْوَى هَهُنَا, اَلتَّقْوَى هَهُنَا,وَيُشِيْرُ اِلَى صَدْرِهِ بِحَسْبِ امْرِئ ٍمِنَ الشَّرِّأَنْ يَحْقِرَاَخَاهُ الْمُسْلِمَ كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَعِرْضُهُ وَمَالُهُ.

Artinya: “Rasulullah ﷺ bersabda : Orang Muslim itu saudara sesama Muslim. Dia tidak menzalimi dan tidak menghinanya, dan tidak meremehkannya. Takwa itu disini, takwa itu disini, nabi sambil menunjuk ke arah dada. Cukuplah seseorang jahat apabila orang itu meremehkan saudaranya sesama Muslim, setiap Muslim bagi Muslim lainnya haram darahnya (tidak boleh disakiti apalagi dibunuh), haram kehormatannya (tidak boleh dihina, direndahkan), dan haram hartanya (tidak boleh dirampas) HR Muslim.”

Pahala bagi orang yang dihina dan dicaci

Menghina orang adalah sebuah perbuatan tercela, dan Allah ﷻ tidak menyukai hal tersebut. Karena biasanya, orang yang suka menghina dan mencaci maki orang lain adalah mereka yang bersikap sombong dan iri terhadap orang lain.

Selain itu, menghina adalah perbuatan yang dapat menyakiti hati orang lain. Sedangkan Allah sangat membenci orang yang menyakiti orang lain, terlebih adalah orang yang menyakiti seorang muslim.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Mencaci orang Islam (Muslim) adalah perbuatan fasiq dan membunuhnya adalah perbuatan kufur.” [HR. Muslim]

Namun sekarang ini banyak orang yang saling menghina satu sama lain, padahal hal tersebut adalah perbuatan dosa. Dan dosa besar tengah menantinya untuk membawanya ke neraka. Dan sebagai contoh yang baru-baru ini adalah salah seorang partai politik bernama Ruhut Sitompul yang menghina Anies Baswedan dan menampilkan dengan berpakaian baju adat suku Dani Papua. Dan hal ini menimbulkan kebencian, Ruhut juga telah dilaporkan karena dinilai menghina suku, ras, golongan, dan orang lain.

Sebaiknya, orang atau golongan yang mendapat hinaan atau cacian sebaiknya tidak melakukan balasan mencela orang yang menghina dirinya itu. Karena, saat ada orang yang menghina kita justru kita akan mendapatkan pahala.

Untuk itu, kita tidak boleh berdiam ataupun sedih apabila ada seseorang yang dengan sengaja menghina dan merendahkan kita. Karena, sebenarnya orang tersebut sedang memberikan hadiah kepada kita, yaitu: Ia sedang memberikan kebaikannya (pahalanya) kepada kita. Selain itu, Allah ﷻ akan menghapus dosa-dosa kita dari celaan yang kita dapatkan.

Dengan kata lain, apabila kita sedang dihina atau direndahkan orang lain, maka Allah akan memberikan kita pahala apabila kita bersabar. Seorang salaf pernah berkata: “Jika aku boleh berghibah, maka kedua orangtuakulah yang paling berhak aku ghibahi. Karena hanya mereka berdua yang paling berhak aku serahi kebaikanku”.

Salah seorang salaf juga berkata: “Apabila sampai kepadamu perkataan dari saudaramu (berupa celaan) yang menyakitimu, maka janganlah engkau risau. Seandainya perkataan itu benar, maka itu adalah hukuman bagimu yang disegerakan (daripada mendapat hukuman di akhirat). Dan seandainya perkataan itu tidak benar, maka itu akan menjadi pahala bagimu tanpa harus berbuat baik.”

Sedangkan bagi orang yang menghina tersebut, maka Allah ﷻ sudah menyiapkan neraka dan siksa baginya. Karena mencela adalah sebuah perbuatan yang dzalim, tersirat dalam surat al-Hujurat ayat 11.

Dan orang yang mencela itu adalah orang yang sedang memikul kebohongan dan dosa yang sangat besar, Allah telah menegaskannya:

وَٱلَّذِينَ يُؤْذُونَ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ بِغَيْرِ مَا ٱكْتَسَبُوا۟ فَقَدِ ٱحْتَمَلُوا۟ بُهْتَٰنًا وَإِثْمًا مُّبِينًا

Artinya: “Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata. (QS. al-Ahzab ayat 58)

Untuk itu, jangan suka mencela orang lain. Karena Allah ﷻ tidak menyukainya dan mereka yang berbuat demikian akan mendapatkan dosa yang begitu besar dan siksaan nantinya.

Semoga kita selalu dalam perlindungan Allah. Aamiin.

[]

You May Also Like