ARASYNEWS.COM – Allah SWT berfirman:
فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً
Artinya: “Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dan rumah-rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam (kepada penghuninya) yang berarti memberi salam kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik.” (QS. An-Nuur: 61)
Untuk diketahui, hijrah dapat diartikan dengan perpindahan. Hijrah bisa untuk sifat, kehidupan, dan bahkan tempat tinggal.
Hijrah dalam Islam, berarti meninggalkan berbagai larangan agama dan berpindah dari suatu keadaan ke keadaan yang lebih baik. Hijrah bisa dilakukan sepanjang masa dan tidak terbatas pada perpindahan lahiriah, tetapi juga mencakup perpindahan batiniah.
Dalam tausiyah kali ini adalah tentang hijrah atau perpindahan tempat tinggal, dan ini bisa juga untuk perpindahan kota atau ibukota negara.
Dalam Islam, tidak ada aturan yang mengharuskan pindah rumah pada hari tertentu karena semua hari dianggap baik. Namun, ada beberapa anjuran yang bisa dilakukan saat perpindahan.
Hanya saja yang paling penting tidak melakukan syirik dalam hal-hal perpindahan termasuk saat berada di tempat yang baru.
Selain itu, dalam ajaran Islam, pindah tempat tinggal tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada tata cara pindah tempat tinggal berdasarkan Al-Qur’an dan hadits. Ini bertujuan agar tempat yang baru yang nantinya akan ditinggali dapat terasa nyaman, aman, berkah dan dirahmati Allah SWT.
Tata Cara Pindah Tempat Tinggal Menurut Sunnah Ajaran Islam
- Melakukan persiapan
Banyak yang memilih waktu dan hari yang baik untuk pindah. Namun sebenarnya dalam Islam, semua hari itu dianggap baik. Tidak ada aturan yang mengharuskan untuk pindah di hari tertentu.
- Bersyukur pada Allah SWT
Bersyukur merupakan salah satu amalan yang paling mulia. Karena dengan bersyukur, kita diberikan rezeki dapat memiliki tempat yang baru.
Perintah untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT terdapat dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman yang artinya: “Dan (ingat) ketika Tuhanmu menyatakan: Jika kamu mengucap syukur, Aku akan memberimu lebih banyak (Berkat-Ku). Namun jika kamu tidak berterima kasih (yaitu orang-orang kafir), sesungguhnya hukuman-Ku sungguh berat,” (QS. Ibrahim: 7).
- Mengucapkan salam
Setiap umat Muslim Muslimah, dianjurkan mengucapkan salam ketika memasuki tempat yang baru.
Tak hanya itu, salam yang dilafalkan saat masuk ke tempat yang baru juga bisa mendatangkan kebaikan.
Salah satu ucapannya adalah “Assalamualaikum warohmatullah wa barokatuh”.
Ini sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Qur’an surah An-Nuur: 61.
- Membaca Surah Al-Baqarah
Selain membaca salam, yang juga sangat penting harus diperhatikan dalam tata cara pindah ketempat yang baru menurut Islam adalah membaca doa.
Sementara, doa yang dianjurkan untuk dibacakan pada setiap tempat yang baru yang akan ditempati termasuk saat pindah rumah atau ibukota adalah surah Al-Baqarah agar senantiasa dilindungi oleh Allah.
Seperti yang telah dijelaskan dalam hadits:
“Janganlah jadikan rumah kalian seperti kuburan karena setan itu lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah,” (HR. Muslim no. 1860).
- Memanjatkan Doa untuk Menghindari Kejahatan Setan dan Manusia
Selanjutnya, dengan memanjatkan doa agar terhindar dari hal-hal jahat yang datangnya dari setan dan manusia.
Caranya, dengan mengucapkan 3 surat terakhir dari Al-Qur’an, yaitu surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas sebanyak 3 kali setiap pagi dan malam.
Selain itu, sebaiknya juga mengucapkan doa nabi, seperti yang dicatat oleh Bukhari, Tirmidzi, Abu Dawud dan lainnya. Dengan melafalkan bacaan, “Audhu bi kalimaatillahi taammati min kulli shaytaanin wa haamma wa min kulliaynin laamma”. Yang artinya: “Aku mencari perlindungan kepada Allah, kata-kata yang paling sempurna dari setiap setan, hal-hal yang merugikan, dan mata yang menuduh”.
- Memperbanyak Shalawat dan Membaca Al-Qur’an
Setiap keluarga muslim dianjurkan untuk menghiasi tempat tinggalnya dengan amal ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri telah mengajarkan agar setiap muslim memperbanyak solat dan membaca Alquran di dalam rumah atau tempat yang baru ditinggali.
“Sinarilah rumahmu dengan memperbanyak shalat dan membaca Alquran,” (HR. Al Baihaqi).
Dari Abu Musa, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Perumpamaan rumah yang disebut nama Allah di dalamnya dan rumah yang tidak disebut nama Allah di dalamnya, seperti perumpamaan orang hidup dan mati.” (HR. Bukhari 6407)
Di hadits lain yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
َ لَاتَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ
“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian kuburan, sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah”. (HR. Muslim 780)
- Mengadakan Syukuran di Tempat Baru
Setelah proses pindah selesai, ada baiknya mengadakan acara syukuran untuk tempat yang baru. Karena bersyukur sendiri merupakan sifat utama seorang muslim.
Allah SWT berfirman:
وَاشْكُرُواْ نِعْمَتَ اللّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
“Dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.” (QS. An-Nahl: 114)
Sebagaimana yang banyak dilakukan, saat menempati tempat yang baru biasanya akan diikuti acara tasyakuran atau walimahan. Dan para ulama membolehkan kegiatan semacam ini selama tak diikuti ritual-ritual tertentu di luar ketentuan syariat Islam.
Acara syukuran yang dimaksudkan sebagai bentuk rasa terima kasih kepada Allah SWT, kemudian mengundang orang lain untuk berkunjung dan makan bersama justru sangat baik.
Dengan berbagi kebahagiaan dengan sesama, kita justru akan mendapat ganjaran pahala. Selain itu, hal tersebut dapat mempererat ikatan persaudaraan dengan keluarga, sanak saudara, rekan kerja, dan tetangga sekitar.
Acara syukuran juga dapat menyambung tali silaturahmi antar umat baik dengan keluarga, kerabat, anak-anak yatim, fakir miskin, tetangga, dan lainnya.
Acara syukuran yang dimaksud tidak perlu mewah, yang penting sesuai dengan kemapuan dan ikhlas.
- Berkenalan dengan Tetangga Sekitar
Ketika akan mendirikan tempat tinggal atau berada pada lingkungan yang baru, dianjurkan untuk berbuat baik kepada tetangga. Jangan pula sungkan untuk mengunjungi berkenalan dengan tetangga sekitar.
Dengan menjaga hubungan bertetangga sebaik mungkin, maka lingkungan masyarakat harmonis pun dapat tercipta.
Dan yang terpenting adalah jangan bersikap sombong hingga pada menggusur tempat atau orang lain.
Sebagaimana yang tertera dalam hadits: “Barang siapa yang kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah memuliakan tetangganya dan barang siapa yang beriman keada Allah dan hari akhir, maka hendaklah berkata yang baik atau kalau tidak dapat berkata yang baik maka hendaklah berdiam saja, yakni jangan malahan berkata yang tidak baik.” (HR. Bukhari)
Bahkan, Nabi mengajarkan bahwa tetangga memiliki kedudukan yang penting bagi seorang muslim. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia muliakan tetangganya” (HR. Bukhari 5589, Muslim 70)
Saat berkunjung ke tetangga, tak ada salahnya juga membawa buah tangan untuk mereka. Kebiasaan baik seperti ini dianjurkan oleh Rasulullah melalui sabdanya:
إِذَا طَبَخْتَ مَرَقًا فَأَكْثِرْ مَاءَهُ ، ثُمَّ انْظُرْ أَهْلَ بَيْتٍ مِنْ جِيْرَانِكَ فَأَصِبْهُمْ مِنْهَا بِمَعْرُوْفٍ
“Jika engkau memasak sayur, perbanyaklah kuahnya. Lalu lihatlah keluarga tetanggamu, berikanlah sebagiannya kepada mereka dengan cara yang baik” (HR. Muslim 4766)
- Jangan Memajang Benda Syirik yang menyekutukan Allah
Secara sederhana, syirik artinya menyekutukan Allah. Nah, secara umum ada dua macam syirik yang dikenal dalam hukum syariat.
Pertama, syirik dalam Rububiyyah, yaitu menjadikan sekutu selain Allah yang mengatur alam semesta. Kedua, syirik dalam Uluhiyyah, yaitu beribadah atau memanjatkan doa kepada selain Allah.
Allah SWT berfirman tentang perbuatan syirik yang dilarang, yakni
“Sesungguhnya menyekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13).
Contoh perbuatan syirik yang terkadang dianggap biasa seperti menyimpan jimat di tempat tinggal, patung, gambar, atau benda-benda lain yang dianggap punya kekuatan magis dan mendatangkan rejeki.
Itulah beberapa tata cara dalam Islam saat akan menempati tempat yang baru. Dan semoga kita umat muslim muslimah dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Wallahu Akbar
[]