ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Ramai diperbincangkan tentang kabar beberapa orang anggota DPRD provinsi Riau yang pergi keluar negeri baru-baru ini. Beberapa diantaranya ada yang pergi untuk memenuhi undangan New York Institute Finance Amerika dan ada yang ke New York University and High Amerika Serikat.
DPRD Riau ini mengklaim tujuan mereka keluar negeri adalah untuk kunjungan kerja (kunker) yang hasilnya nanti demi kepentingan Riau dan masyarakat.
Adapun perjalanan wakil rakyat di Riau ini disebutkan menghabiskan anggaran sebesar Rp 16,7 miliar. Akan tetapi belum diketahui dari mana asal uang perjalanan ini. Diduga diambil dari dana perjalanan anggota DPRD Riau yang merupakan uang rakyat.
Dikutip dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra Riau), Taufik selaku Manajer Advokasi Fitra Riau, mengatakan ada sembilan orang yang berangkat ini. Yakni Karmila Sari, Septina, Arnita Sari, Syamsurizal dan Syahroni yang berangkat ke New York Institute Finance Amerika mulai dari 11-19 Juli 2022.
Selain itu, Sunaryo, Yuyun, Sugeng, dan Sofyan Siroj yang berangkat ke New York University and High di Amerika.
Bukan hanya Fitra Riau saja yang menyoroti hal ini, tapi juga masyarakat di provinsi Riau juga memperhatikan ini. Pasalnya kunker wakil rakyat ini terus berulang setiap tahunnya dan bergantian.
Disebutkan juga tidak ada manfaat yang mereka bawa terhadap pembangunan di Riau, dan malahan sebaliknya. Terkesan kunker yang mereka lakukan ini hanya untuk hura-hura.
“Tentu publik bertanya kegiatan apa yang akan dilakukan di negara tujuan tersebut, dan apa yang ingin dicari oleh anggota Dewan dalam kunker itu. Hal ini seharusnya dapat dijelaskan oleh Dewan Riau kepada publik, sehingga tidak menjadi kecurigaan terhadap perjalanan dinas tersebut,” kata Taufik, dikutip dalam keterangannya yang dikutip dari salah satu media terkenal di kota Pekanbaru pada Kamis (14/7/2022).
Dalam APBD tahun 2022, Fitra, dikatakan Taufik, mencatat biaya perjalanan dinas atau kunker DPRD Riau mencapai Rp 16,7 miliar, termasuk didalamnya untuk penginapan selain transportasi.
“Dari jumlah itu, ada uang harian, biaya tiket, biaya sewa kendaraan, biaya makan dan kebutuhan lainnya, termasuk untuk biaya pengurusan izin Visa keberangkatan,” terangnya.
Dikatakan Taufik, bukan hanya tahun 2022 ini saja, tapi tahun-tahun sebelumnya juga dianggarkan biaya perjalanan keluar negeri. Pada tahun 2021, dialokasikan sebesar Rp 12,97 miliar dan tahun 2020 sebesar Rp 16,03 miliar. Akan tetapi, pelaksanaannya terhalang karena pandemi Covid-19.
Namun berdasarkan catatan tahun 2019, sebut Taufik, kunker DPRD Riau ke luar negeri menelan biaya mencapai Rp17,3 miliar untuk kebutuhan 65 anggota Dewan dalam kegiatan kunker tersebut.
Meski pernah terlaksana, hasil kunker ini dikatakan Taufik tidak berdampak pada perbaikan dan pembangunan di Provinsi Riau.
“Laporan biaya perjalanan ini juga pernah dilihat publik, tapi tidak berdampak bagi provinsi Riau dan masyarakat. Ini jelas-jelas kunker ini untuk kepentingan pribadi dan hanya untuk berfoya-foya anggota dewan saja,” disimpulkannya.
“Seharusnya anggota Dewan memiliki jiwa tau diri, bahwa selama ini mereka berkerja dan berkegiatan menggunakan fasilitas dari uang rakyat, dan sepatutnya apa yang dikerjakan mereka harus tahu pula publik. Tapi yang kali ini sudah berangkat diam-diam, laporan pun tak ada dan hal yang ingin dibuat sepulangan dari kunjungan juga tak jelas. Ini sama artinya anggota dewan Riau hanya pandai menghabiskan anggaran rakyat saja,” sindirnya.
Lebih lanjut, ia meminta agar Menteri Dalam Negeri melihat ini karena izin untuk berangkat adalah diterbitkan dari Mendagri dan rekomendasi dari Gubernur Riau. []