Alat Musik Saluang Sirompak Mengandung Unsur Magis Dalam Penggunaannya

ARASYNEWS.COM – Di kabupaten Limapuluh Kota provinsi Sumatera Barat terdapat satu alat musik yang mengandung unsur magis. Alat musik tradisional mirip dengan bentuk suling yang ditiup dalam penggunaannya. Masyarakat menyebut alat musik ini dengan nama Saluang Sirompak.

Saluang Sirompak dahulunya digunakan untuk kegiatan magis yang salah satunya sebagai pelet atau menundukkan hati wanita.

Dan terkadang dalam suatu acara juga digunakan untuk membuka suatu kebohongan pada diri seseorang.

Suaranya yang keras dapat memekakkan telinga. Dan dalam kegiatan magis bagi yang terkena akan membuat seseorang tidak sadarkan diri berbuat sesuatu hal yang diinginkan si peniup Saluang Sirompak.

Kekhasan melodinya dilatarbelakangi unsur magis melalui estetika bunyi yang dipandang tabu untuk dikembangkan. Karena memiliki kekhasan yang tidak terdapat pada alat musik tiup sejenis itu, dan berguna menghilangkan imeg negatif.

Adapun pertunjukan yang digelar dilakukan pada malam hari yang lokasinya jauh dari pemukiman penduduk di dalam hutan. Gelaran seni pertunjukan berjudul “Ba-Sirompak”

Alat musik tradisional ini hingga kini masih terdapat di Nagari atau desa kecil Tae di Limapuluh Kota.

Dalam keterangan seniman Sumatera Barat, Susandra Jaya menilai Saluang Sirompak dan Sampelong yang merupakan alat musik tiup tradisonal asal Kabupaten Limapuluh Kota memiliki keunikan tersendiri.

“Saluang Sirompak dan Sampelong dua alat musik tiup yang terbuat dari bambu tersebut memiliki keunikan dibanding dengan alat musik tiup lainnya,” katanya, dilansir dari antara, Ahad (20/6/2021)

Ia menjelaskan tangga nada pada kedua alat musik tersebut tidak sama dengan tangga nada musik biasa, keduanya memiliki tangga nada minor. Dua buah saluang tersebut memiliki tangga nada pentatonik yang terdiri dari lima nada, yaitu sol la do re mi dan hal tersebut mencirikan keminangkabauannya.

“Pada Sampelong terkesan ada nada-nada China, akan tetapi tetap pada nada minor,” ujarnya.

Ia menambahkan eksplorasi atau pengembangan terhadap Saluang Sirompak dan Sampelong sudah lama ia lakukan bersama grup musik Talago Buni.

Dalam setiap pertunjukan seni, ia bersama grup musiknya selalu melakukan pengembangan dalam garapan komposisi musik, sebab begitu banyak celah yang dapat dikembangkan dari alat musik tersebut.

Susandra Jaya yang juga merupakan salah seorang tenaga pengajar di Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, menyebutkan alat musik tradisi dari daerah Taeh dan Mungka Kabupaten Limapuluh Kota tersebut memberikan banyak inspirasi untuk melakukan pengembangan lebih lanjut.

Kini, penggunaan alat musik Saluang Sirompak ini sudah jarang dipergunakan, karena penggunaannya yang mengandung unsur magis. []

You May Also Like