ARASYNEWS.COM, BATAM – Pemerintah kota Batam merespon viralnya video seorang wanita yang mengalami sakit yang tak biasa usai menjalani vaksinasi. Wanita itu tampak berteriak histeris akibat demam tinggi dan tubuh sebelah kanannya mati rasa.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menyebut pihaknya sudah mendatangi dan memastikan kondisi wanita yang tinggal di Perumahan Botania Garden, Kecamatan Batam Kota itu baik-baik saja.
Dikatakan Didi, kondisi tersebut hanya gejala biasa, atau Kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) ringan.
“Menurut informasi dari rumah sakit Elisabet yang merawat pasien tersebut, itu termasuk KIPI ringan,” ujar Didi, dalam keterangannya yang dikutip dari Batamnews pada Rabu (23/6/2021).
Ia menjelaskan pasien mengeluhkan demam tinggi hingga bagian tubuh sebelah kanan mati rasa itu tidak sampai harus dirawat inap di rumah sakit.
Mengenai biaya rumah sakit yang dikeluhkan oleh keluarga pasien, Didi mengakui sudah menyelesaikan persoalan tersebut.
“Saya sudah suruh agar uang pasien dikembalikan,” katanya.
Ia menegaskan, KIPI ringan memang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Sebagai gantinya, setiap warga yang mengalami KIPI agar dapat dibawa ke Puskesmas terdekat.
“Ke puskesmas atau bisa juga menghubungi nomor yang tertera di kartu vaksin. Tapi sebenarnya bisa dibawa ke Puskesmas terlebih dahulu,” kata dia.
Sebelumnya diberitakan, pasien yang merupakan warga perumahan Botania Garden tersebut bernama Nina, menjadi salah satu penerima vaksin AstraZeneca, dalam vaksinasi yang dilaksanakan di Fasum Perumahan Mediterania, pada Kamis (17/6/2021) sekitar pukul 16.00 WIB.
Namun, sekira pukul 21.39 WIB, Nani mengalami demam tinggi hingga bagian tubuh sebelah kanan mati rasa.
Pihak keluarga kemudian mencoba menghubungi contact tenaga kesehatan yang tertera di kartu vaksinasi, dan dokter menyarankan agar segera dibawa ke rumah sakit.
Oleh keluarga, Nani sempat dibawa ke RS Elisabeth Batam Center pada Minggu (20/6/2021) malam, guna mendapat perawatan.
Namun keluarga mengurungkan rencana perawatan lanjutan karena pihak rumah sakit menyatakan bahwa perawatan pasca vaksin tidak ditanggung BPJS. Kemudian Nani dibawa kembali ke rumah setelah mendapat perawatan singkat dengan biaya Rp462.300. []