Konflik Arab Saudi dengan Kelompok Houthi, Zona Merah Tak Seharusnya Dilanggar

ARASYNEWS.com — Arab Saudi menyebutkan bahwa kelompok Houthi telah mulai menyasar kota suci umat Muslim, Mekkah dan Madinah dalam salah satu serangannya.

Dan otoritas Riyadh memperingatkan bahwa keamanan situs-situs suci di wilayah itu merupakan “red line” atau garis merah yang tidak seharusnya dilanggar.

Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Brigadir Jenderal Turki al-Malki, dilansir dari AFP, Selasa (13/10/2026), menegaskan bahwa pasukannya akan melakukan pembalasan terhadap serangan Houthi tersebut.

“Keamanan Dua Masjid Suci dan para jema’ah adalah red line, dan Komando Pasukan Gabungan Koalisi tidak akan ragu untuk mengambil tindakan yang diperlukan dan memberikan efek jera terhadap milisi teroris Houthi,” tegas Al-Malki dalam pernyataan via media sosial X.

Disisi lain, Houthi, yang bersekutu dengan Iran, dengan cepat menepis tuduhan Saudi tersebut. Mereka menyebut tuduhan itu sebagai kebohongan.

“Klaim mengenai penargetan Mekkah adalah kebohongan usang yang pernah digunakan sebelumnya dan tidak lagi dapat memperdaya siapa pun,” tegas Hazem al-Assad dari politburo Houthi dalam pernyataan via media sosial X.

Tentang konflik ini, pihak Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) turut bersuara dan memberikan penegasan.

“Sekretariat Jenderal OKI mengecam serangan keji yang dilakukan oleh kelompok Houthi terhadap kota Makkah dan wilayah Madinah, serta agresi berkelanjutan mereka terhadap Kerajaan Arab Saudi,” demikian pernyataan OKI melalui akun X-nya.

Diketahui, konflik ini terjadi saat Houthi kembali terlibat pertempuran dengan pasukan pemerintah Yaman, yang didukung Saudi, sejak konflik memuncak kembali pada awal Juli lalu, menyusul situasi yang relatif tenang selama bertahun-tahun imbas gencatan senjata yang disepakati pada tahun 2022 lalu.

[]

Dok. AFP

Next Post

No more post

You May Also Like