ARASYNEWS.com — Belakang ini viral di timeline media sosial TikTok dan Instagram lagu yang bikin candu. Lagu ini ramai dinyanyikan karena unik.
Berjudul “MBG: Mas Bahlil Ganteng” atau yang lebih dikenal netizen dengan sebutan “My Little Bolu Ketan”.
Lagu jenaka tersebut meledak secara mendadak di berbagai platform medsos karena liriknya yang random, nyeleneh, tapi gampang diingat.
Potongan liriknya seperti “buah apa yang paling manis? buaahhlil…”. Ini sukses bikin netizen ngakak sekaligus auto ikut nyanyi tanpa sadar.
Fenomena ini pun langsung melahirkan ribuan meme, remix video, hingga sound parody yang dipakai di TikTok dan Instagram Reels.
Lagu tersebut ternyata bukan lagu resmi kampanye ataupun produksi politik formal, melainkan hasil kreativitas warganet yang merangkai komentar-komentar lucu netizen hingga menjadi sebuah jingle AI viral.
Salah satu yang dituju adalah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Bahkan Sekjen Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, diketahui juga ikut buka suara dan mengaku pihaknya santai serta menganggap lagu tersebut cukup unik dan menghibur publik.
Fenomena “My Little Bolu Ketan” ini juga menunjukkan betapa cepatnya budaya internet Indonesia menciptakan tren baru dari potongan kalimat receh menjadi konten viral nasional. Mulai dari edit video lucu, sound remix DJ, sampai meme politik santai bermunculan hanya dalam hitungan hari. Kreativitas warga +62 ini suka dengan hal-hal yang unik dan nyeleneh hingga menghibur.
Balil Cari Penyanyi Lagu
Lagu viral “MBG Mas Bahlil Ganteng” yang ramai beredar di media sosial akhirnya sampai ke telinga Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Dalam sebuah video bersama Raffi Ahmad, Bahlil mengaku penasaran dan ingin bertemu langsung dengan sosok penyanyi di balik lagu yang telah meraih puluhan juta penayangan tersebut.
Bahlil bahkan berkelakar bahwa lagu itu terus terdengar hingga membuat anak-anaknya ikut menertawakannya saat di rumah.
“Kalau yang bersangkutan berkenan, saya akan mengundang untuk berbincang-bincang sekaligus makan, karena penasaran juga saya. Saya lagi ibadah tapi tiap pagi dengar lagu ini. Anak saya aja ketawain saya bapak MBG,” ungkap Bahlil.
Belakangan diketahui lagu tersebut dibuat menggunakan teknologi AI dengan lirik yang diambil dari kumpulan komentar warganet.
Meski menjadi bahan candaan publik, Bahlil mengaku menghargai kreativitas para kreator digital. Namun, ia mengingatkan agar kebebasan berekspresi di media sosial tetap digunakan secara bijak dan tidak mengandung unsur SARA.
Menurutnya, menjadi pejabat publik berarti harus siap menerima berbagai bentuk respons dari masyarakat, selama disampaikan dalam koridor yang baik dan bertanggung jawab.
[]