Kabar Pembangunan Ruas Jalan Tol Padang – Pekanbaru

ARASYNEWS.COM – Ruas jalan tol Padang – Pekanbaru merupakan feeder atau sirip utama dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang akan menghubungkan daerah-daerah mulai dari Lampung hingga Aceh.

Ruas jalan yang memiliki panjang total 255 km, masih menyisakan sekitar 163 km lagi. Sementara itu, ruas jalan ini sudah tiga yang beroperasi dan diberlakukan tarif.

Ruas jalan tol ini telah beroperasi sepanjang 92 kilometer, yakni tol Padang – Sicincin 36 km, tol Pekanbaru – Bangkinang dan Tol Bangkinang – VIII Koto Kampar, yang total keduanya memiliki panjang total 56 km.

Untuk ruas tol di Riau, masih menyisakan dari XIII Koto Kampar hingga ke Pangkalan dan tengah dalam tahap.

Rencana pembangunan yang masih dalam tahap meliputi beberapa ruas lagi, yakni Tol Sicincin – Bukittinggi, Tol Bukittinggi – Payakumbuh (34 km) dan Tol Payakumbuh – Pangkalan (58 km) hingga ke VIII Koto Kampar (38 km) . Rencana pembangunan ruas jalan tol ini belum diketahui kapan akan selesainya.

Beberapa pihak terkait menyakinkan pembangunan jalan tol ini akan tetap dilanjutkan di masa kepemimpinan presiden Prabowo. Akan tetapi yang menjadi tantangan adalah keterbatasan anggaran.

Disisi lain, tiga ruas jalan tol yang sudah beroperasi ini telah semuanya diberlakukan tarif. Dan yang terkahir pada ruas Padang – Sicincin.

PT Hutama Karya (Persero) memberlakukan tarif pada Tol Padang – Sicincin terhitung mulai Sabtu (2/8/2025) pukul 00.00 WIB. Pemberlakuan tarif dan besarannya berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum (PU) No. 672/KPTS/M/2025 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif Tol Jalan Tol Pekanbaru – Padang Seksi Sicincin – Padang, yang ditandatangani pada 16 Juli 2025.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim mengkalim, bahwa ruas jalan tol Padang – Sicincin memberikan manfaat yang signifikan, salah satunya mempermudah konektivitas dan mengurangi waktu tempuh perjalanan dari Padang ke Sicincin atau sebaliknya, dari yang semula sekitar 1 jam menjadi hanya 30 menit saja.

Akan tetapi, jika dilihat dengan kondisi di lapangan, saat diberlakukan gratis, ramai kendaraan yang melintas dan memanfaatkan. Akan tetapi sejak tarif diberlakukan, hanya sedikit kendaraan yang melintas.

Diketahui, hal ini karena tarif yang diberlakukan seakan tidak sebanding dengan panjang ruas jalan tol.

Berdasarkan SK Menteri PU, Tarif Tol Padang – Sicincin (36 km) adalah Rp50.500 (Gol I); Rp75.500 (Gol II &III); Rp100.500 (Gol IV & V).

Sementara itu, tarif tol Pekanbaru – Bangkinang (38 km) yakni Golongan I Rp 44.000, Golongan II dan III Rp 66.000, Golongan IV dan V Rp 87.500. Dan tarif tol Bangkinang-XIII Koto Kampar (18 km) yakni Golongan I Rp 34.000, Golongan II dan III Rp 51.000, Golongan IV dan V Rp 68.500

“Kami mengimbau kepada pengguna jalan tol yang ingin melintas dari arah Pekanbaru menuju Sicincin maupun sebaliknya untuk mengecek tarif yang berlaku dan memastikan saldo kartu Uang Elektronik (UE) mencukupi agar perjalanan tetap lancar tanpa hambatan di gerbang tol,” ujar Adjib dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (5/8/2025).

“Hutama Karya mengimbau seluruh pengguna jalan untuk memantau informasi terkini pada media sosial @hutamakaryatollroad dan tetap berkendara sesuai dengan tata tertib dan ketentuan yang berlaku di jalan tol. Apabila terdapat keluhan atau melihat tindak kejahatan yang ada di jalan tol, agar segera melapor ke Call Center Tol Padang–Sicincin di +62 822- 1000-3770.,” demikian disampaikan Adjib

[]

You May Also Like