Hutan-hutan yang Tersisa Saat ini di Riau

ARASYNEWS.COM – Dahulunya wilayah Riau memiliki sumber daya alam yang melimpah, salah satunya adalah keberadaan hutan yang tersebar di berbagai kabupaten.

Keberadaan hutan ini menjadi tempat tinggal bagi berbagai spesies flora dan fauna, menjadi tempat hidupnya keanekaragaman hayati dan habitat satwa, dan juga mempunyai fungsi bagi manusia.

Tetapi sangat disayangkan karena dalam beberapa dekade terakhir, kondisi hutan-hutan tersebut mengalami tekanan luar biasa akibat aktivitas manusia, seperti pembalakan liar, perambahan lahan, dan kebakaran hutan.

Dan yang mirisnya, hal itu dilakukan masyarakat yang juga adanya campur tangan orang-orang penting untuk mendapatkan keuntungan.

Fungsi ekologis hutan ini penting untuk dilakukannya pelestarian dan pengawasan.

Dari dahulunya banyak keberadaan hutan di Riau, ternyata saat ini hanya menyisakan 10 hutan yang dilindungi.

  1. Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim (Tahura SSH)

Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim terletak di wilayah administratif Kabupaten Siak, Kabupaten Kampar, dan Kota Pekanbaru. Dalam data, hutan ini memiliki luas sekitar 6.000 hektare dan menjadi rumah bagi berbagai spesies flora dan fauna endemik.

Keberadaan Tahura SSH adalah sebagai tempat edukasi, pendidikan, konservasi, dan penelitian. Namun, luas kawasan hutan ini mengalami penyusutan akibat perambahan liar dan alih fungsi lahan.

Dalam data dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, sebagian besar wilayah Tahura kini sudah tidak lagi berupa hutan alami. Sementara itu, Pemerintah daerah dan organisasi lingkungan hidup terus berupaya untuk mengembalikan fungsi kawasan ini melalui reboisasi dan patroli hutan.

Habitat satwa langka yang dilindungi dalam kawasan ini diantaranya adalah gajah dan berbagai jenis unggas.

  1. Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling

Kawasan hutan ini berada di perbatasan Kabupaten Kampar dan Kabupaten Kuantan Singingi. Luas totalnya mencapai sekitar 141.000 hektare. Suaka Margasatwa ini dikenal sebagai habitat harimau Sumatera dan beberapa spesies langka lainnya.

Keberadaan Bukit Rimbang Bukit Baling sangat penting dalam menjaga kelangsungan ekosistem hutan hujan tropis di Sumatera. Selain itu juga sebagai wadah program-program pelatihan.

Meski statusnya sebagai kawasan konservasi sudah lama ditetapkan, namun kawasan ini tetap menghadapi tantangan berupa pembalakan liar dan konflik manusia-satwa.

  1. Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil

Hutan ini terletak di Kabupaten Siak dan Kabupaten Bengkalis. Kawasan ini juga menjadi bagian dari Cagar Biosfer Giam Siak Kecil – Bukit Batu yang diakui UNESCO. Memiliki luas sekitar 78.000 hektare dan terkenal karena menjadi habitat berbagai jenis unggas, mamalia, serta vegetasi khas lahan gambut.

Salah satu ancaman utama terhadap kawasan ini adalah kebakaran lahan gambut yang sering terjadi pada musim kemarau.

Pemerintah dan berbagai lembaga konservasi aktif memantau kawasan ini dengan menggunakan teknologi seperti satelit dan drone untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

  1. Suaka Margasatwa Balai Raja

Kawasan ini terletak di Kabupaten Bengkalis dan dikenal sebagai habitat gajah Sumatera. Luas kawasan ini sekitar 18.000 hektare. Balai Raja memiliki peran penting dalam konservasi gajah liar.

Saat ini, kawasan ini banyak yang telah beralih fungsi menjadi lahan perkebunan.

  1. Cagar Alam Bukit Bungkuk

Cagar Alam Bukit Bungkuk terletak di Kabupaten Kampar dan mencakup area seluas 12.800 hektare. Kawasan ini memiliki kontur perbukitan dan menjadi habitat berbagai jenis pohon keras, satwa liar, dan burung langka.

Selain sebagai kawasan lindung, Bukit Bungkuk juga memiliki potensi besar untuk dijadikan kawasan ekowisata.

  1. Cagar Alam Pulau Berkey

Pulau Berkey berada di Kabupaten Rokan Hilir dan dikelilingi oleh perairan sungai dan rawa-rawa. Memiliki luas wilayah sekitar 8.000 hektare. Kawasan ini sangat penting karena merupakan tempat persinggahan burung migran dari Asia Timur.

Keberadaan ekosistem mangrove dan lahan basah di Pulau Berkey memberikan perlindungan alami terhadap abrasi dan banjir.

  1. Taman Nasional Tesso Nilo

Taman Nasional Tesso Nilo merupakan kawasan konservasi yang mencakup Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Indragiri Hulu. Luasnya mencapai 83.000 hektare dan merupakan habitat penting bagi harimau Sumatera dan gajah Sumatera.

Saat ini, lawasan ini menjadi sorotan nasional dan internasional karena tingkat kerusakannya yang tinggi. Penebangan liar dan konversi lahan untuk perkebunan sawit serta pemukiman penduduk telah menyusutkan lebih dari setengah luas kawasan.

  1. Taman Nasional Zamrud

Taman Nasional Zamrud berlokasi di Kabupaten Siak dan mencakup dua danau besar, yaitu Danau Pulau Besar dan Danau Bawah. Kawasan ini memiliki luas sekitar 31.000 hektare dan merupakan ekosistem lahan basah yang sangat penting.

Keanekaragaman hayati di Zamrud sangat tinggi, termasuk ikan endemik, reptil, burung air, dan beruang.

  1. Hutan Lindung Bukit Suligi

Bukit Suligi terletak di Kabupaten Rokan Hulu dan mencakup kawasan perbukitan dengan hutan tropis yang lebat. Luas kawasan ini sekitar 6.000 hektare. Keunikan dari kawasan ini adalah tingginya jumlah spesies endemik yang hanya dapat ditemukan di sana, serta juga keanekaragaman jenis pepohonan.

Bukit Suligi juga merupakan daerah resapan air yang sangat penting bagi masyarakat.

  1. Hutan Lindung Sungai Tohor

Sungai Tohor terletak di Kabupaten Kepulauan Meranti. Kawasan ini dikenal karena hutan gambutnya yang masih cukup terjaga. Memiliki luas sekitar 5.000 hektare

Sungai Tohor pernah menjadi percontohan nasional dalam restorasi gambut. Dan masyarakat adat di sekitar kawasan ini berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan dengan cara-cara tradisional yang ramah alam.

Selain 10 hutan yang dilindungi ini, ada juga hutan-hutan adat milik masyarakat yang keberadaanya terus dijaga secara turun temurun dan juga hutan milik perusahaan-perusahaan besar di Riau.

[]

You May Also Like