ARASYNEWS.COM – Seekor harimau Sumatera berjenis kelamin betina dengan panjang sekitar 160 cm dan berat sekitar 70 kg berhasil dievakuasi masuk perangkap yang disediakan Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat.
Penangkapan ini berhasil dilakukan setelah beberapa bulan sebelumnya terjadi konflik dengan warga di Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman. Konflik telah menyebabkan 5 ekor sapi dan 10 ekor kambing milik warga mati.
Dikutip dari @bksda_sumbar, menyebutkan, upaya evakuasi dilakukan sejak 2 Januari 2024 dengan memasang tiga kandang jebak. Kemudian, pada tanggal 2 Februari, Harimau sempat masuk ke kandang jebak, namun lepas kembali. Tim BKSDA kemudian melakukan isolasi pergerakan Harimau di Nagari Binjai.
Selanjutnya, pada Ahad, 4 Februari 2024, harimau akhirnya berhasil ditangkap masuk ke kandang jebak dengan umpan seekor kambing.
Tim BKSDA bersama aparat TNI-Polri, pihak Kecamatan dan Pemerintahan Nagari mengamankan lokasi kandang jebak.
Harimau tersebut kemudian dititip sementara waktu dan dirawat di Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMBSK) Bukittinggi sebelum nantinya dilepasliarkan kembali ke habitatnya yang jauh dari aktivitas masyarakat.
Belum diketahui, sampai kapan harimau tersebut mendapat perawatan di kebun binantang di Bukittinggi. Ini karena harimau Sumatera tersebut terlalu agresif.
Disisi lain, banyak masyarakat yang menyayangkan tentang harimau yang ditangkap tersebut. Warga memperkirakan harimau tersebut memiliki anak karena terlalu agresif mencari makan. Hal itu disampaikan masyarakat melalui media sosial. []