ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Di bawah kepemimpinan Penjabat (Pj) Walikota Pekanbaru Muflihun, slogan ‘Pekanbaru Kota Madani’ kembali menjadi semula, ‘Pekanbaru Kota Bertuah’.
Sebelumnya, julukan ini diubah Firdaus saat dirinya menjabat setelah beberapa waktu. Akan tetapi hal itu sempat menjadi protes dan kritik dari berbagai pihak. Hanya saja Firdaus tetap memberikan slogan itu untuk mengubah kota Pekanbaru.
Diganti menjadi semula, dikatakan Muflihun karena julukan atau slogan ini memiliki nilai sejarah.
Selain itu, Muflihun juga mendapat banyak masukan dari tokoh-tokoh masyarakat di kota Pekanbaru.
”Saya sudah membicarakan dengan berbagai tokoh dan dapat banyak masukan. Dikatakan akan dikembalikan ke Bertuah. Itu kata para tokoh masyarakat. Dan menurut saya itu bagus,” ungkap Muflihun, dalam keterangannya.
Dia melanjutkan, pada dasarnya sejak dahulu julukan Kota Pekanbaru juga Bertuah. Bertuah, diterangkan Muflihun, memiliki arti yang sangat bagus. Untuk diketahui Bertuah adalah akronim Dari Bersih, Tertib, Usaha Bersama, Aman, Harmonis.
”Bertuah itu memiliki arti yang sangat bagus. Bertuah itu bersih, tertib, usaha bersama, aman, harmonis. Itu kan bagus. Belum lagi kalau kita bicara soal bertuah, kita bisa dapat tuahnya. Makanya ini wajib kita pertimbangkan kembali,” terangnya.
Dengan begitu, Muflihun juga merencanakan agar tulisan yang ada di persimpangan Bandara SSK II akan diganti menjadi ‘Pekanbaru Kota Bertuah’.
”Kami juga sudah minta itu tulisan Pekanbaru Madani yang ada di dekat bandara agar diubah kembali menjadi Pekanbaru Bertuah,” kata Muflihun.
Dirinya sambung Pj Wako Pekanbaru mempersilakan kata Madani dipakai, namun tak lagi untuk julukan kota.
”Saya tegaskan arti Bertuah itu sangat bagus. Ada makna melayu disana, bertuah itu ada tuahnya. Kita berharap kita punya tuah, jadi banyak yang bisa kita ambil makna dari bertuah, jadi saya harap itu bisa diubah. Dengan bertuah, mudah-mudahan ke depan Pekanbaru bisa lebih baik,” terangnya.
Sebelumnya, julukan Kota Bertuah dan Kota Madani untuk Pekanbaru kerap menjadi pembahasan dan sempat pula menimbulkan pro dan kontra. Bagi warga Pekanbaru, julukan Kota Bertuah lekat dengan sosok Wako Pekanbaru periode 2001-2011 almarhum Herman Abdullah. Sementara untuk julukan Kota Madani berarti Kota Pekanbaru merupakan kota yang berisikan masyarakat agamis, berperadaban, berkualitas dan berkemajuan selalu diucapkan oleh Firdaus Walikota Pekanbaru periode 2012-2022 yang menjadi penerus Herman Abdullah.
Kata Madani sendiri sudah dibawa Firdaus sejak dia bersama wakilnya Ayat Cahyadi mencalonkan diri pada Pemilihan Wako-Wawako Pekanbaru untuk periode 2012-2017. Ia membawa slogan Pekanbaru Metropolitan Madani. Madani juga didengungkan kembali Firdaus saat maju untuk periode kedua Wako Pekanbaru tahun 2012-2022. Kali ini dengan slogan Pekanbaru Smart City Madani.
Bersama Firdaus, kata Madani memang begitu lekat. Saat dia bersama Rusli Efendi maju pada kontestasi Pemilihan Gubernur Riau tahun 2018 lalu, pasangan calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur ini juga mengusung slogan Riau Madani.
Kota Madani ini menuai banyak protes warga Pekanbaru karena menghilangkan sejarah dari berdirinya kota Pekanbaru.
Julukan Pekanbaru Kota Bertuah didapatkan melalui perjalanan yang panjang, berpuluh-puluh tahun.
Awalnya muncul di penghujung masa pemerintahan H Ibrahim Arsyad SH (1981-1986). Saat itu, katanya, ada surat dari Kementerian Lingkungan terkait lomba kebersihan tingkat nasional, tapi harus ada motto dan harus diperdakan.
Karena masa jabatan Ibrahim berakhir, maka dilanjutkan pada masa jabatan Farouq Alwi (1986- 1991). Ia membuat sayembara julukan untuk Pekanbaru.
Munculnya beberapa julukan dan yang menang Pekanbaru Kota Bertuah. Itu dimenangkan Hanum BA, yang saat itu sebagai Camat Sail.
Kemudian, dilanjutkan oleh Usman Affandi Affan yang menjabat 10 tahun hingga masa kepemimpinan Herman Abdullah.
Pekanbaru Kota Bertuah diperdayakan dan Pekanbaru sempat beberapa kali meraih Adipura, lomba kebersihan tingkat nasional.
Sementara itu, Firdaus pada tahun 2016 menjelaskan bahwa pro kontra yang muncul tentang hadirnya tugu Pekanbaru Kota Madani tahun 2015 sebagai kritik yang membangun. Dia kala itu menyiratkan sosialisasi soal julukan Pekanbaru Kota Madani belum sampai ke semua kalangan masyarakat. Kota Madani kata dia adalah ruh Kota Bertuah.
Ada visi dan misi di balik itu dibawah kepemimpinan Firdaus. Ia mengacu pada pembangunan hingga ingin menjadikan kota Pekanbaru yang smart city. []