Pertama di Indonesia, Pendakian Gunung Marapi Gunakan Sistem Booking Online

ARASYNEWS.COM – Reaktivasi Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Marapi kembali dilakukan. Jika sebelumnya kuota untuk jumlah pendaki yang hanya 150 orang per harinya, juga untuk jalur pendakian (yakni Jalur Tungku Tigo (Jalur Selatan), Jalur Aia Angek, dan Jalur Batu Palano).

Kini yang terbaru, diberlakukan sistem pendakian booking online untuk para pendaki yang akan melakukan pendakian ke gunung dengan ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini.

Adapun website untuk booking online dapat diakses melalui booking.bksdasumbar.org. Dan selanjutnya calon pendaki harus mengisi formulir dalam website tersebut.

Launching reaktivasi ini dilakukan di Convention Hall Padang, provinsi Sumatera Barat pada Senin (24/7/2023). Kegiatan ini dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) yang dihadiri Wakil Gubernur, Bupati Agam beserta forkopimda, Bupati Tanah Datar yang diwakili Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Tanah Datar, Direktur PT Semen Padang, Kantor SAR Padang, BPBD, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, dan lainnya.

Dalam keterangannya, Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy, mengatakan, inovasi sistem pendakian booking online TWA Gunung Marapi ini atas gagasan Kepala BKSDA. Dan inovasi ini terbaru di Sumbar dan di Indonesia.

“Sistem booking online TWA ini merupakan yang pertama kali di Indonesia. Dan ini nantinya dapat mendatangkan lebih banyak wisatawan ke daerah Sumatera Barat,” kata Audy, Senin (24/7).

“Sistem booking online ini didukung penuh oleh Pemda dan Wali-wali Nagari setempat. Sistem pendakian ini dapat dilakukan melalui tiga pintu, yaitu Batu Palano yang terletak di Kabupaten Agam, Koto Baru dan Aia Angek yang terletak di Kabupaten Tanah Datar,” kata Wagub Audy.

Kepala Balai KSDA Sumbar, Ardi Andono, menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pihak yang telah mendukung kegiatan sistem booking online ini.

“Sistem ini bertujuan untuk mempermudah pendataan pengunjung, akuntabilitas pengelolaan pendakian dan mempermudah pengunjung melakukan pendaftaran sehingga akan meningkatkan jumlah wisatawan,” kata Ardi Andono.

Selain itu, dikatakan Audy, sistem ini nantinya juga akan meningkatkan pendapatan bagi masyarakat sekitar, kabupaten, dan provinsi.

Diakhir acara launching ini, pemerintah provinsi memberikan bantuan secara simbolis kepada kelompok Pengelola Pendakian Aia Angek dan kelompok Pengelola Pendakian Koto Baru, dalam rangka pengembangan ekonomi masyarakat. []

You May Also Like