ARASYNEWS.COM – Balap MotoGP Mandalika dalam jadwal direncanakan akan dimulai pada 27-29 September 2024. Dan diisukan berkemungkinan batal terselenggara.
Hal ini karena keterangan dari pihak Dorna Sport tentang hosting fee MotoGP Mandalika yang belum dilunasi Rp 231 miliar.
.
Tetapi, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memastikan bahwa Sirkuit Mandalika Lombok akan tetap menyelenggarakan balapan tahun ini.
Bahkan sampai tersiar kabar balap MotoGP Mandalika 2024 bisa batal karena hutang hosting fee tersebut
Bukan cuma terancam batal, hutang hosting fee ini juga bisa berimbas pada nama baik Indonesia jika gagal dilunasi.
Sebelumnya, ada beberapa negara penyelenggara MotoGP yang terkendala hosting fee dan akhirnya batal menggelar balapan antara lain Argentina dan India.
Penjelasan pihak Dorna Sport
Frances Wyld, Manajer Senior Komunikasi & Pers Eksternal Dorna Sport, mengatakan Dorna Sport (dikutip dari Motorplus online) tidak pernah membahas atau berkomentar soal biaya hosting.
Fran mengaku Dorna Sport tetap akan berkunjung ke Lombok dalam beberapa pekan ke depan.
“Dorna Sports tidak pernah mengomentari atau mengonfirmasi biaya hosting. Kami harap Anda memahaminya dan kami berharap dapat kembali ke Lombok dalam beberapa minggu,” tegas Fran dalam keterangannya, dikutip Ahad (1/9).
Pihak Dorna Sport menganggap pemerintah Indonesia sebagai mitra yang hebat dan memiliki tujuan yang sama untuk mengembangkan acara dan olahraga ini.
“Kami bekerja keras bersama ITDC dan pemerintah Indonesia untuk menyelenggarakan acara yang luar biasa ini. Mereka adalah mitra yang hebat dan memiliki tujuan yang sama dengan kami untuk mengembangkan acara dan olahraga di salah satu pasar terpenting kami,” tutupnya.
Dorna Sport sendiri merupakan perusahaan yang memegang hak komersial untuk olahraga sepeda motor GrandPrix (MotoGP).
Keterangan MGPA
Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria mengatakan, MotoGP Mandalika 2024 rencananya akan berlangsung pada 27 sampai 29 September 2024.
Kondisi terkini dan berbagai upaya yang tengah dilakukan agar penyelenggaraan tidak batal atau tetap bisa terlaksana.
“Untuk tanggal pelaksanaan tetap. Namun, kami semua sedang berusaha untuk menutupi biaya hosting fee,” ujar Priandhi, dikutip dalam keterangannya.
Priandhi menyebutkan, Plt Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr Hassanudin juga sudah melakukan pembahasan dengan MGPA terkait hal ini, mengingat MotoGP merupakan ajang besar berskala internasional.
“Kemarin ini kami melampirkan kepada bapak Gubernur perihal persiapan MotoGP. Ini event yang membawa nama baik serta memperkenalkan Indonesia di dunia internasional,” jelasnya.
Terkait biaya penyelenggaraan, Asisten III Setda NTB Wirawan Ahmad menyatakan, jumlah tersebut terlalu besar bagi pemerintah daerah.
Selain itu, penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) juga menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) NTB.
“Kami juga akan mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) yang diselenggarakan di Aceh dan Sumatra Utara, tentu juga butuh biaya yang besar,” tutur Wirawan.
Besaran biaya penyelenggaraan yang harus dibayarkan kepada Dorna Sports, operator MotoGP, mencapai Rp231,29 miliar. Pemerintah Daerah NTB menilai jumlah tersebut terlalu besar untuk ditanggung daerah.
Bantuan Pemerintah Pusat
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berencana yang menanggung biaya penyelenggaraan sebagai komponen pariwisata nasional.
Pada tahun sebelumnya, total dana yang dikucurkan mencapai Rp78,8 miliar untuk MotoGP Mandalika edisi 2022, []