ARASYNEWS.COM – Hutan Talang kini telah berubah menjadi salah satu destinasi wisata alam yang ada di dekat kota Duri kabupaten Bengkalis, Riau.
Jalan ini dikenal dengan jalan Lingkar Barat Duri yang melintasi kawasan hutan lindung Talang.
Jalan ini merupakan salah satu proyek strategis yang sudah lama direncanakan. Jalan ini membelah kawasan Hutan Lindung Talang dan sempat menuai polemik karena menyangkut isu lingkungan dan izin kawasan.
Hutan ini berperan sebagai jalur jelajah (homerange) untuk gajah. Selain gajah, hutan ini juga menjadi habitat potensial tapir, beruang, monyet, unggas, dan satwa-satwa lainnya.
Jalan Lingkar ini memiliki panjang sekitar 33 kilometer membelah hutan konservasi yang telah lama dijaga Caltex Pacifik Indonesia hingga Chevron.
Kawasan ini kerap ramai dikunjungi ataupun dilintasi kendaraan. Beberapa tempat usaha dengan PKL tenda biru juga sudah mulai berdiri. Mereka menjajakan makanan dan minuman ringan. Dan sampah-sampah juga sudah mulai terlihat.
Disini jalan lingkar ini, suasana damai dan tenang akan terasa saat traveler menyusuri kawasan yang kiri kanan jalannya terdapat beberapa jenis pohon-pohon hutan.
Jalan di kawasan ini sudah berasal yang membelah kawasan hutan. Dan beberapa aktivitas yang bisa dilakukan diantaranya seperti piknik bersama keluarga ataupun rekan-rekan, atau juga berolahraga jogging dan bersepeda.
Hanya saja, bagi para traveler yang ingin berkunjung ke kawasan ini diimbau untuk tetap menjaga keindahan dengan tidak merusak ataupun meninggalkan sampah. Hal ini karena dapat membahayakan satwa ataupun pencemaran lingkungan.

Untuk diketahui, hutan Talang adalah hutan tropis yang berada di dekat kota duri kabupaten Bengkalis Riau. Hutan ini merupakan menjadi salah satu yang tersisa di dekat kota duri dengan luas hutan yang dulunya sekitar 15.000 – 18.000 hektar dan sekarang hanya tersisa sekitar 200 hektar.
Hutan Talang termasuk ke dalam kategori hutan lindung sebagai margasatwa Balai Raja, sebab memiliki nilai penting sebagai habitat alami karena di dalam hutan tersebut terdapat berbagai macam flora dan fauna yang mendiami hutan Talang tersebut. Beberapa diantaranya adalah tapir, landak, kucing akar, beruang madu, trenggiling, dan gajah Sumatera, serta berbagai jenis unggas.
Tak hanya satwa yang mendiami hutan tetapi pepohonan juga ikut serta dalam meramaikan hutan Talang, beberapa diantaranya pepohonan endemik Riau yang sudah tumbuh tinggi dan sudah puluhan tahun mendiami hutan tersebut. Di antaranya adalah pohon Nibung, Pulai, Meranti, rotan, kempas, Giam, suntai, dan pohon Gerunggang.
Adapun peran hutan Talang sebagai cadangan oksigen, juga berperan dalam ekosistem menghasilkan berbagai tumbuhan obat, anakan, dan bahan baku untuk memenuhi kebutuhan manusia. Masyarakat di beberapa tempat di sekitar kawasan hutan ini sering memanfaatkan tumbuhan untuk membantu keberlangsungan hidup, seperti rotan, Meranti, dan tumbuhan obat yang dapat ditemukan dengan mudah dalam kawasan hutan ini.
Hutan Talang juga menjadi habitat satwa yang dilindungi di dunia, dan berdasarkan pada riset beberapa diantaranya sudah terancam punah di Riau, seperti gajah Sumatera dan tapir. Satwa-satwa ini telah lebih dahulu menghuni kawasan tersebut, dan mereka dikenal sebagai dewa hutan Talang.
Sementara itu, hadirnya Jalan lingkar ini sebagaimana kebijakan pemerintah untuk tindakan deforestasi untuk memudahkan mobilitas manusia dan barang.
[]