BMKG Peringatkan Ancaman Galodo Susulan dan Longsor yang Terjadi Sepekan Kedepan

ARASYNEWS.COM – Pemerintah provinsi Sumatera Barat telah melakukan koordinasi dan rapat bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan pihak-pihak terkait lainnya tentang bencana yang terjadi di Sumatera Barat.

Dalam keterangannya, Kepala BMKG, Prof Dwikorita ( @dwikoritakarnawati ) mengatakan bahwa Sumatera Barat merupakan daerah yang unik dengan kondisi cuaca yang berbeda dengan daerah lain.

“Sumatera Barat ini daerah yang unik. Bisa dikatakan tidak ada perbedaan dengan musim kemarau. Hampir sepanjang tahun terjadi hujan. Potensi banjir dan longsor itu selalu ada. Kemudian gempa-gempa selalu terjadi. Dalam sebulan terakhir tercatat terjadi 35 kali gempa. Gempa dengan Magnitudo 3 kurang. Ini tidak dirasakan oleh masyarakat. Tapi tebing-tebing batuan itu membuat menjadi rapuh dan apabila diguyur hujan akan terjadi longsor. Sehingga potensinya ada banjir, banjir bandang, banjir lahar, dan longsor,” kata Dwikorita.

“Maka kami menghimbau masyarakat untuk waspada menghindari tempat-tempat yang rawan. Dan terus memonitor informasi dari BMKG,” lanjutnya.

Ia mengimbau selalu waspada dan memantau setiap peringatan dini yang disampaikan oleh BMKG serta arif dalam menyikapi setiap kejadian di daerah yang rawan.

“Jadi ada informasi saat dan sebelum kejadian. Jadi kalo sudah dapat informasi itu sesuaikanlah kegiatannya. Kalo tahu akan hujan hindari tempat-tempat dari lokasi yang rawan pada saat jam itu,” kata dia lagi.

“Masyarakat sepertinya sudah faham lokasi mana saja yang rawan itu karena sudah sering terjadi. Jadi terus cari informasi cuaca dan kondisi,” tukasnya.

Diketahui juga, BMKG sejak 9 Mei 2024 telah menyampaikan peringatan dini bahwa terjadi intensitas hujan tinggi di wilayah Sumatera Barat.

“Kami selalu mengeluarkan peringatan dini dan sekali lagi ancaman galodo atau banjir bandang masih akan ada sampai 20 Mei,” kata Kepala BMKG.

Lebih lanjut, peringatan BMKG kata dia, berisi intensitas hujan dimanapun di Indonesia. Peringatan sampai 11 Mei. Disebutkan hujan siang sampai sore dan malam. Pada 11 Mei intensitas hujan lebat disertai angin kencang disampaikan siang sampai malam.

Ini disampaikan karena akan bersamaan dengan banjir lahan dingin dan banjir bandang. Adapun penyebab galodo bukan hanya erupsi tapi juga pengaruh getaran gempa. BMKG telah mendeteksi gempa-gempa kecil di Gunung Marapi sehingga meretakkan batuan. Itulah sebabnya galodo terjadi tidak di satu tempat.

“Kami ini sampaikan beberapa kali, diingatkan, ini perlu diwaspadai, ternyata memang terjadi. Informasi kami ini bukan kabar penakut tapi juga untuk seluruh Indonesia,” kata Kepala BMKG.

Peringatan dini itu juga disampaikan masih akan berlangsung sampai 13 Mei. Intensitas akan turun pada 14 Mei tapi naik lagi 15 Juni sampai 17 Juni. Galodo masih akan berlanjut sampai 20 Mei atau sepekan ke depan.

Kondisi cuaca pada 11 Mei menurutnya, hujan hari itu memicu terjadi galodo di Agam dan lahar hujan di Tanah Datar.

Dwikorita minta warga menghindar dari lokasi zona bahaya yang dideteksi BMKG, badan vulkanologi dan BPBD. “Menjauh dari bantaran sungai yang berhulu dari Marapi, Singgalang dan gunung lainnya,” kata dia.

“ni diingatkan karena beberapa kali dalam bulan ini, terjadi guncangan gempa,” pungkas Dwikorita Karniwati. []

You May Also Like