Aktivitas Gunung Talang Meningkat, Radius 500 meter Dilarang Mendekat

ARASYNEWS.COM – Pusat gempa tercatat terjadi pada beberapa wilayah di provinsi Sumatera Barat. Terakhir berpusat pada Ngarai Sianok yang berbatasan kota Bukittinggi dengan kabupaten Agam.

Dan gempa-gempa yang terjadi ini membuat aktivitas gunung terjadi peningkatan. Salah satunya pada Gunung Talang yang terletak di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat.

Informasi ini diterbitkan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Disebutkan telah mengeluarkan dua rekomendasi penting menyusul peningkatan aktivitas kegempaan.

“Masyarakat di sekitar Gunung Talang, termasuk pengunjung dan wisatawan, dilarang mendekat dan bermalam di sekitar Kawah Selatan dan Kawah Utama dalam radius 500 meter,” kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid, melalui keterangan tertulis yang dikutip pada Ahad (13/4/2025).

Sementara itu, potensi bahaya lain juga perlu diwaspadai, diantaranya kemungkinan terjadinya longsor pada kawah yang berada di bagian selatan gunung api tersebut.

Dari laporan pos pengamatan gunung api pada gunung Talang, selain peningkatan aktivitas gunung, juga terdata adanya aktivitas kegempaan tektonik jauh. Dan ternyata peningkatan ini telah terjadi sejak 8 April lalu.

Dari pengamatan visual dari Pos Gunung Api di nagari Lembang Jaya, Kabupaten Solok, terlihat asap berwarna putih dengan ketinggian 10 – 50 meter dari atas puncak, tanpa adanya perubahan signifikan.

“Tingkat aktivitas Gunung Talang akan segera ditinjau kembali apabila terjadi perubahan visual atau kegempaan yang signifikan,” tambah Wafid.

Untuk diketahui, Gunung Talang yang memiliki ketinggian 2.597mdpl adalah salah satu gunung api paling aktif di Sumbar.

Gunung api ini merupakan kompleks gunung api yang terdiri dari kerucut Talang Jantan di sebelah timur dan Talang Betina di sebelah barat dan jarak antara dua kerucut ini sekitar 1 kilometer.

Kompleks gunung api ini tumbuh di zona tengah Sesar Besar Sumatera, tepatnya di Segmen Sumani dan Segmen Suliti, yang dikenal aktif secara tektonik.

Bagian utara Segmen Sumani melintasi wilayah sisi barat daya Danau Singkarak, Kota Solok, Sumani, dan Selayo, hingga berakhir di utara Danau di Atas, di tenggara Gunung Talang.

Sebelumnya pada tahun 2002, kawah yang ada pada gunung tidak lebih dari lima meter. Dan kemudian pada 12 April 2005, terjadi letusan besar pada gunung Talang dan menghasilkan dua kawah aktif, Kawah Utama dan Kawah Selatan.

Letusan yang terjadi pada saat itu diperkirakan dipicu oleh gempa bumi tektonik Mentawai dengan magnitudo 6,8 yang terjadi pada 10 April 2005.

Dan hingga kini, kedua kawah tersebut masih menjadi pusat aktivitas vulkanik Gunung Talang, bersama rekahan Gabuo Atas dan Gabuo Bawah. Dan mulai menampakkan keaktifannya.

Keterangan PVMBG

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut terjadi peningkatan aktivitas kegempaan di Gunung Talang. Kondisi itu terjadi akibat gempa darat yang mengguncang Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) kemarin.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid mengatakan, tercatat ada 115 kali gempa di Gunung Talang. Khusus pada hari Rabu (9/4/2025) hingga pukul 06.00 WIB ini, tercatat 17 kejadian.

“Setelah kejadian gempa tektonik kemarin, kegempaan di Gunung Talang sampai pukul 24.00 WIB tercatat 115 kali kejadian. 101 diantaranya adalah gempa vulkanik dalam,” kata Wafid dalam keterangan tertulis yang dikutip.

“Pemantauan kegempaan Gunung Talang sampai pagi ini teramati sudah menurun, dan pada 9 April 2025 pukul 00.00-06.00 WIB tercatat 17 kali kejadian. Aktivitas kegempaan GunungTalang sampai pada periode 9 April 2025 didominasi oleh Tektonik Jauh,” terang dia.

Dikatakan Wafid, kemunculan gempa vulkanik dalam mengindikasikan adanya migrasi atau perpindahan magma dari kantong magma dalam ke permukaan.

“(Vulkanik dalam) mengindikasikan adanya migrasi atau perpindahan magma dari kantong magma dalam ke permukaan,” kata Wafid.

[]

You May Also Like