ARASYNEWS.COM, LIMAPULUH KOTA – Ada sebanyak tujuh orang yang diamankan polisi akibat melakukan tindakan pidana kekerasan di jalan lintas Riau – Sumatera Barat.
Mereka berinisial MARS (23), FAM (23), GSN (22), RPP (23), MASL (19), N (24), dan RMH (19).
Mereka melakukan pemukulan dan penganiayaan terhadap seorang supir travel. Sehingga mengalami luka yang cukup serius.
Tujuh orang ini telah diamankan di Polsek Pangkalan Polres Limapuluh Kota pada Sabtu (4/4/2026).
Dari informasi yang diterima, tersangka berasal dari beberapa wilayah di Provinsi Riau dan Sumatera Barat, dengan latar belakang pekerjaan yang beragam, mulai dari pelajar/mahasiswa hingga belum bekerja.
Peristiwa dugaan tindak pidana tersebut terjadi pada hari Selasa, 31 Maret 2026 dinihari.
Pengeroyokan terjadi di depan Rumah Makan Payung Sekaki Tanjung Balik, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, kabupaten Limapuluh Kota, jalan lintas Riau – Sumbar.
Dalam kejadian tersebut, para tersangka diduga secara bersama-sama melakukan tindakan kekerasan terhadap korban, sehingga menimbulkan laporan kepada pihak kepolisian.
Video aksi pengeroyokan tersebut viral dan menghebohkan sejumlah media massa dan media sosial
Korban dipukul dan ditendang hingga diseret sehingga babak belur.
Atas perbuatan tersebut, ketujuh tersangka telah diamankan di rumah tahanan Polsek Pangkalan Polres 50 Kota dalam keadaan sehat guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelumnya, seorang supir travel asal Pasaman tujuan Pekanbaru dilaporkan warga menjadi korban pengeroyokan
Peristiwa yang terjadi didepan sebuah rumah makan di Jl. Lintas Sumbar-Riau Nagari Tanjung Balik tersebut sempat membuat kaget warga sekitar dan mengakibatkan korban babak belur serta dilaporkan sempat tak sadarkan diri.
Pasca kejadian itu, belum diketahui apa motif dari peristiwa pengeroyokan yang dilakukan sejumlah pemuda tersebut.
[]]
Sc. payakumbuhkini