ARASYNEWS.COM – Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso berharap usulan tunjangan bagi anggota TNI-Polri, dan Pegawai Negeri Sipil (PNS), dari uang menjadi beras dapat terealisasi. Menurut Budi Waseso, konversi tunjangan tersebut dinilai akan menguntungkan petani di Indonesia.
Budi Waseso pernah menyampaikan konversi tunjangan terhadap TNI, Polri, dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari uang menjadi beras justru mengurangi beban finansial. Dia memastikan, beras yang akan diterima TNI, Polri, dan PNS setiap bulannya berkualitas premium.
Mantan Kabareskim Mabes Polri itu juga menyampaikan, sejatinya tunjangan terhadap para abdi negara memang dalam bentuk beras.
Hal ini, kata dia, sama seperti yang didapatkan PNS saat zaman dahulu. Tunjangan yang didapat diganti dengan beras. Akan tetapi hal itu tidak lagi berlaku dan diganti dengan uang.
Selain itu, banyak yang beranggapan hal ini sangat bagus. Selain pemerintah dapat berhemat, mereka yang mendapatkan beras dapat kembali menjualnya ke pasar.
Sebelumnya, pemerintah tengah mengkaji penghapusan tunjangan untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada 2024. Nantinya, para PNS hanya akan menerima gaji tunggal atau single salary. Meskipun dalam gaji tersebut PNS juga akan tetap menerima tunjangan berupa tunjangan kinerja dan uang kemahalan.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa pada Selasa (12/9/2023) lalu.
Single salary yang akan diberikan kepada para pegawai negeri ini juga mencakup sistem grading. Grading adalah level atau peringkat nilai/harga jabatan yang menunjukkan posisi, beban kerja, tanggungjawab dan risiko pekerjaan.
Dengan adanya sistem ini, PNS akan menerima besaran gaji yang disesuaikan dengan pekerjaan dan kinerjanya. Sehingga seorang PNS dengan jabatan yang sama, bisa memiliki gaji yang berbeda.
Tunjangan tersebut adalah tunjangan kinerja, tunjangan suami/istri, tunjangan anak, tunjangan makan, tunjangan jabatan, dan tunjangan umum. []