Cara Menegur Penguasa atau Pejabat yang Berbuat Salah dan Dzalim Menurut Islam

ARASYNEWS.COM – Di zaman sekarang ini, tidak semua pemimpin yang kerap berbuat baik, terutama kepada bawahannya atau rakyatnya, dan bahkan berbuat dzalim Banyak kebijakan dan keputusannya yang tidak sesuai dengan bawahannya, hingga bahkan menyakiti dan membuat sengsara. Padahal ia dipilih dari orang banyak jika dalam sistem demokrasi.

Dalam Islam, ada beberapa cara untuk menegur orang yang melakukan kesalahan seperti yang dilakukan seorang pemimpin. Menegur ini merupakan perintah Allah Subhanahu Wa Taala demi kepentingan bersama dan sesuai syariah.

Teguran ataupun kritikan ini agar ia atau mereka (pemimpin) kembali berbuat baik. Sebagaimana firman Allah dalam surah An Nahl (16) ayat 125.

ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ ۖ وَجَٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ

Artinya : “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik.” (QS. An Nahl (16): 125).

Akan tetapi, tentu kritikan ataupun teguran ini kerap tidak berjalan mulus. Hal ini lantaran adanya kesalahan strategi dalam proses pencapaiannya. Perlu tahapan dan pembagian peran supaya teguran berhasil guna.

Seperti contohnya yang terjadi saat ini, mereka yang ditegur karena melakukan kesalahan kerap kali tidak mau mendengar teguran, bahkan merasa benar atas apa yang dilakukan. Dan mirisnya lagi, mereka yang ditegur membuat aturan yang lebih mengikat kepada si penegur, seperti hukuman ataupun sanksi.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Siapa saja di antara kalian yang melihat kemungkaran, maka tegurlah dengan tangannya (kekuasaannya). Jika tidak mampu, maka tegurlah dengan lisannya. Jika tidak mampu juga, maka tegurlah dengan hati. Namun, ini adalah keimanan terlemah.”

Strategi menegur dalam Islam

Ada tiga kunci sukses dalam menegur. Pertama, tidak merendahkan ego orang yang ditegur. Karena, secara psikologis, bila ego seseorang direndahkan, dia justru membuat pertahanan diri untuk menyelamatkan egonya dari gangguan pihak luar.

Kedua, cari waktu yang tepat. Salah waktu juga membuat teguran dipahami sebaliknya. Niat untuk meluruskan kesalahan pun tidak akan tercapai.

Ketiga, pahami posisi sosial orang yang ditegur. Jangan sampai teguran dianggap sebagai ancaman bagi posisi orang yang kita tegur.

Salah satu contoh adalah menegur orang yang tidak tepat dalam berwudhu. Ini dilakukan Al Hasan dan Al Husein (cucu Rasulullah ﷺ) yang mendapati seseorang tidak berwudhu dengan baik.

“Pak, saudaraku ini mengaku wudhunya lebih baik daripada wudhuku, padahal aku merasa wudhuku sudah seperti yang dilakukan Rasulullah SAW. Sekarang, tolong beri penilaian mana yang paling baik, wudhuku atau wudhunya?” kata Al Hasan (cucu Rasulullah ﷺ). Keduanya lalu sama-sama berwudhu seperti wudhu yang biasa dilakukan Rasulullah.

Selesai berwudhu, keduanya menanyakan ihwal wudhunya kepada lelaki itu. Merasa salah dalam berwudhu, lelaki itu pun berkata, “Demi Allah, saya sudah tidak berwudhu seperti yang dilakukan Anda berdua.”

Selain beretika, Islam juga mengajarkan bagaimana cara menegur yang benar kepada umat dari agama lain, sekeji apa pun kesalahannya.

Al-Qur’an sebagai pedoman utama umat Islam memberi petunjuk tentang perintah Allah kepada Nabi Musa dan Nabi Harun untuk berkata lembut kepada Firaun.

Allah Subhanahu Wa Taala berfirman,

فَقُولَا لَهُۥ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهُۥ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ

Artinya: “Berbicaralah kamu berdua kepadanya (Firaun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”. (QS Thaha (20): 44).

Ketika menegur orang yang berbuat salah, tentu kita berharap orang yang kita tegur mau mengubah sikapnya sesuai saran kita. Namun, kita sering mengabaikan hal-hal kecil yang penting saat menegur, bukan kebaikan yang kita dapatkan, justru sikap permusuhan yang malah muncul. Niat baik tidak selalu berbuah baik. Cara tepatlah yang akan mengantarkan niat baik itu ke tempat yang seharusnya.

Sesungguhnya menegur agar kembali kejalan yang di ridhoi Allah, maka membuat mereka terhindar dari siksaan api neraka. []

You May Also Like