Viral Penampakan di Langit Barat Indonesia

ARASYNEWS.COM – Sekitar pukul 19.50 WIB, sejumlah warga di wilayah Pulau Sumatera Indonesia melaporkan adanya cahaya terang yang melintas di langit malam.

Penampakan ini membuat heboh dan hampir seluruh warga yang melihat. Dan fenomena ini sempat memicu beragam spekulasi, mulai dari meteor, komet hingga rudal.

Namun, berdasarkan karakteristiknya, ada yang menyebut yang terlihat itu debris atau puing antariksa yang masuk kembali ke atmosfer Bumi.

Debris ini biasanya berasal dari sisa roket, satelit lama, atau bagian wahana luar angkasa yang sudah tidak berfungsi. Saat memasuki atmosfer dengan kecepatan tinggi, material tersebut akan terbakar dan menghasilkan cahaya terang yang terlihat seperti bola api, bahkan terkadang disertai jejak panjang atau pecahan cahaya yang terpisah.

Debris seperti ini sebenarnya sudah cukup sering terlihat di berbagai belahan dunia.

Namun, untuk di Indonesia, fenomena ini mungkin terasa lebih ramai diperbincangkan baru sekarang. karakteristik debris yang terlihat memiliki kemiripan dengan yang dilaporkan di wilayah Lampung cahaya terang yang bergerak perlahan dengan pecahan-pecahan yang tampak terpisah.

Fenomena seperti ini sebenarnya tidak jarang terjadi, namun karena melintas pada waktu yang cukup ramai aktivitas dan terlihat jelas, kejadian kali ini menjadi perhatian banyak orang.

Biasanya debris akan habis terbakar di atmosfer sebelum mencapai permukaan Bumi.

Diketahui, dalam keterangan dan hasil peninjauan data, serta konfirmasi dari Kepala Pusat Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL), benda yang terlihat dan jatuh itu adalah Long March 3B (CZ-3B R/B 62805) yang diluncurkan China.

Kejadian benda misterius di Lampung pada 4 April 2026 menghebohkan warga.

Sementara itu, dari informasi lainnya, benda yang terlihat itu jatuh di daerah Jabung dan ada juga yang jatuh di salah satu ruas jalan tol sekitar pukul 20.00 wib.

Disisi lain, dijelaskan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dari hasil penelitian, objek tersebut adalah sampah antariksa berupa sisa roket Tiongkok tipe CZ-3B yang memasuki atmosfer Bumi.

Peneliti Ahli Utama Bidang Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, menegaskan, benda tersebut terbakar dan pecah saat masuk ke lapisan atmosfer lebih padat, sehingga terlihat seperti serpihan cahaya menyala.

“Objek terang yang terlihat itu adalah pecahan sampah antariksa. Ketika memasuki atmosfer yang semakin padat, benda tersebut terbakar dan pecah,” ujar Thomas pada Minggu (5/4/2026).

Berdasarkan data, sisa roket itu bergerak dari arah India menuju Samudera Hindia di barat Sumatera. Sekitar pukul 19.56 WIB, ketinggiannya turun di bawah 120 km. Gesekan dengan udara memicu panas tinggi hingga benda hancur, dan kemungkinan besar sisa-sisanya jatuh di wilayah hutan atau laut.

Thomas menambahkan, meski jatuhnya sampah antariksa sering terjadi di dunia, namun kejadian yang terlihat jelas di Indonesia tergolong jarang. Peristiwa serupa terakhir terjadi pada tahun 2022.

Masyarakat diminta tidak perlu khawatir karena fenomena ini tidak berbahaya. Hampir seluruh bagian benda akan terbakar habis di atmosfer sebelum mencapai permukaan tanah.

[]

You May Also Like