Sudah Lebih Sebulan Erupsi Gunung Marapi, Beberapa Hari ini Semburkan Lava

ARASYNEWS.COM – Gunung Marapi yang berada di kabupaten Agam dan Tanah Datar provinsi Sumatera Barat sudah lebih dari sebulan sejak 3 Desember 2023. Dan sejak Selasa (9/1/2024) pukul 18.00 WIB, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) telah mengeluarkan rekomendasi terkait peningkatan status Gunung Marapi dari level dua (waspada) menjadi level tiga (siaga).

Selain itu sejak naik status, semburan lava panas yang melontarkan material berwarna kemerahan pada Kamis malam pun terlihat dari beberapa nagari di sekitar gunung. Semburan juga diiringi dengan semburan abu vulkanik yang terjadi di sekitar lereng gunung dan suara dentuman.

Beberapa warga disekitar lereng gunung mendengar jelas suara-suara dentuman yang keluar dari kawah gunung.

Untuk Ahad (14/1/2024) pagi, berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Marapi, tinggi kolom abu teramati sekitar 1.300 meter di atas puncak atau kurang lebih 4.191 meter di atas permukaan laut.

Erupsi gunung api tersebut juga diiringi lontaran material pijar berwarna kemerahan yang menyembur di sekitar puncak Gunung Marapi.

Sesaat setelah letusan terjadi, para relawan dan tim gabungan dari berbagai instansi tampak bersiaga mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Laporan Pos Pengamatan Gunung Api Marapi, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 29 milimeter dan durasi sementara sekitar 45 detik.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) bersama tim gabungan dari TNI Polri telah merekomendasikan agar masyarakat yang bermukim di sekitar Gunung Marapi, pendaki, pengunjung atau wisatawan agar tidak memasuki atau berkegiatan di wilayah radius 4,5 kilometer dari pusat erupsi (Kawah Verbeek).

Juga diinformasikan, masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, aliran dan bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar selalu mewaspadai potensi atau ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama saat musim hujan.

Selain itu, warga diimbau mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal agar tidak roboh.

Imbauan juga disampaikan, jika terjadi hujan abu, masyarakat untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan, serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

Tempat pengungsian

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Fajar Sukma mengatakan, 33 tempat disiapkan jadi titik pengungsian.

Puluhan titik itu tersebar di tiga kabupaten/kota disekitaran Gunung Marapi, yakni Padang Panjang, Tanah Datar dan Agam.

Kata dia, data rencana titik pengungsian tersebut dihimpun dari BPBD masing-masing kabupaten/kota.

Fajar menjabarkan, di Padang Panjang ada 17 titik pengungsian, yaitu Masjid Raya Jihad, SD Komplek Teladan, Komplek Pasar Inpres, Pasar Pusat, Masjid Taqwa, Masjid Mardiyah, Masjid Zuama Jembes, dan SMP 5.

Lalu, SMP 1 Ekor Lubuk, SMP 3 Padang Panjang, SD 9 PPT, Masjid Nurul Islam Ekor Lubuk, Masjid Baiturrahman Simpang 8, SD 13 Tanah Hitam, MTsN Ngalau, Masjid Nurul Furqan Tanah Pak Lambiak, dan SD 03 Tanah Pak Lambiak.

Kemudian, di Tanah Datar ada enam titik pengungsian, yakni Gedung LKAAM Pariangan, Halaman Mako Polsek Pariangan, dan Lapangan Bola Sitangko Simabur.

Selanjutnya, halaman Kantor Camat Pariangan, halaman Koramil 03 Pariangan dan halaman Masjid Makmur Simabur.

Adapun di Agam terdapat 10 titik pengungsian yang direncanakan, yakni di SD 08 Talao Nagari Padang Laweh Sungai Pua, SD 17 Batu Gadang Nagari Padang Laweh Sungai Pua, Pondok Pesantren Ainul Yaqin Nagari Batagak Sungai Pua.

Lalu, di SD 08 Kubang Duo Koto Panjang Batagak, Gedung Serba guna Kubu APA, Masjid Mantuang Batabuah Koto Baru, lapangan SMA 1 Canduang, Lapangan Bola Sitapuang, Pasar Agro Koto Ilalang Ampek Angkek dan UIN Syekh M Djamil Djambek Kubang Putiah.

Fajar Sukma menuturkan, sesuai imbauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masyarakat diminta tak beraktivitas pada radius 4,5 kilometer dari pusat erupsi (kawah Verbeek) berkenaan dengan Gunung Marapi yang berstatus siaga.

Fajar mengatakan, ada delapan kecamatan yang termasuk dalam radius 4,5 kilometer itu, yakni Kecamatan Sungai Pua, Canduang, dan Baso di Kabupaten Agam, Salimpauang, Sungai Tarab, Pariangan, Batipuah, X Koto di Kabupaten Tanah Datar. []

You May Also Like