Fantastis, Harga Sepeda Motor untuk Kepala SPPG

ARASYNEWS.COM – Viralnya video di medsos yang memperlihatkan deretan motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) terbungkus plastik memicu berbagai spekulasi di masyarakat, terutama setelah diketahui harga unit motor listriknya disebut mencapai puluhan juta rupiah.

Narasi soal pengiriman motor listrik untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tengah viral di media sosial. Dalam video tersebut disebutkan sebanyak 70 ribu unit motor yang akan didistribusikan ke seluruh SPPG.

Motor-motor tersebut tampak masih baru terbungkus plastik dan sudah ditempeli stiker Badan Gizi Nasional (BGN). Kendaraan tersebut diduga kuat merupakan motor listrik tipe Emmo JVX GT yang sudah terdaftar dalam katalog elektronik terpusat milik LKPP.

Motor ini memiliki tenaga hingga 7.000 Watt dan jarak tempuh mencapai 70 km yang mendukung fast charging, di mana baterai bisa terisi dari 30% ke 80% hanya dalam waktu satu jam. Untuk jarak tempuh, motor ini mampu menempuh hingga 70 km dengan satu baterai, namun bisa mencapai 140 km jika menggunakan dua baterai.

Namun, yang menjadi sorotan publik adalah harganya yang mencapai Rp56,8 juta per unit. Berdasarkan data di laman Inaproc, motor Emmo JVX GT disediakan oleh PT Yasa Artha Trimanunggal yang berbasis di Jakarta. Harga yang tertera di sana adalah Rp49,95 juta sudah termasuk PPN 12%, namun statusnya masih off the road dan belum termasuk garansi. Sementara di situs resmi merek, harganya dipatok Rp56,8 juta dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 48,5 persen.

Sementara itu, berdasarkan penelusuran situs resmi produsen, tipe motor listrik yang diduga serupa memiliki harga cukup fantastis. Salah satunya Emmo JVX GT yang dibanderol sekitar Rp56,8 juta, serta Emmo JVH Max yang berada di kisaran Rp48,8 juta per unit.

Tanggapan Kepala BGN

Menanggapi ramainya perbincangan publik, Kepala BGN Dadan Hindayana memberikan penjelasan. Ia mengatakan pengadaan motor listrik tersebut memang masuk dalam anggaran tahun 2025 dan diperuntukkan sebagai kendaraan operasional Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional kepala SPPG, tetapi motor tersebut belum dibagikan,” ujar Dadan, dilansir dari Antara, Selasa (7/4/2026).

Ia juga menegaskan motor tersebut masih harus melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum digunakan. Realisasi pengadaan dilakukan secara bertahap sejak Desember 2025.

Selain itu, Dadan membantah kabar yang menyebut jumlah pengadaan mencapai 70 ribu unit. “Informasi 70 ribu unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25 ribu unit yang dipesan pada 2025,” jelasnya.

Ia memastikan kendaraan tersebut hingga saat ini belum didistribusikan dan masih harus melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum benar-benar digunakan. Realisasinya sendiri direncanakan berjalan bertahap mulai Desember 2025.

Dadan pun berharap masyarakat tak mudah terpancing isu dan memahami bahwa pengadaan ini bertujuan untuk menunjang kelancaran program di seluruh Indonesia.

Meski demikian, informasi harga motor listrik yang mencapai puluhan juta rupiah ini sudah terlanjur memicu perdebatan di masyarakat.

Sebagian warganet mempertanyakan besarnya anggaran tersebut, sementara pemerintah menyebutnya sebagai dukungan untuk Program MBG.

[]

Next Post

No more post

You May Also Like