Vaksin di Sumbar dan Padang Tidak Laku, Berbagai Tempat Ramai Dikunjungi, Pemerintah Pusat Masih Tetapkan Level 4

ARASYNEWS.COM – Pemerintah pusat masih menetapkan kota Padang di provinsi Sumatera Barat dalam kategori PPKM level 4. Penetapan ini tidak menurun sejak pertama kali ditetapkan sejak 21 Juli lalu dan kembali dilanjutkan mulai 21 September hingga 4 Oktober 2021 mendatang.

Dikatakan pemerintah pusat, status level 4 PPKM menandakan suatu wilayah masih memiliki angka kasus positif Covid-19 lebih dari 150 orang per 100 ribu penduduk per pekan.

Hal ini justru mengherankan Walikota Padang dan Gubernur Sumbar. Padahal dalam data Covid-19 di Sumbar, tambahan positif sudah lebih sepekan ini berada diangka puluhan.

Disisi lain, berdasarkan data yang dihimpun, dilansir dari Dinas Kesehatan Kota Padang per 21 Juli 2021 lalu, Padang mencatat kasus kumulatif positif berjumlah 29.254 orang. Sementara itu, angka kematian kumulatif berjumlah 442 kasus dengan angka kesembuhan kumulatif berjumlah 24.686.

Terakhir, pada periode 1-20 September, terdapat penambahan 710 kasus positif corona sehingga angka kumulatif berjumlah 41.919 kasus.

Sementara untuk capaian vaksinasi dan jumlah testing, situs Dinas Kesehatan Padang maupun Pemprov Sumbar tidak mencantumkan data dan informasi secara terbuka ke publik.

Staf ahli Menteri Kesehatan, Andani Eka Putra sempat mengatakan bahwa penerapan prokes di Sumatera Barat tidak berjalan maksimal selama PPKM. Banyak masyarakat yang tidak ingin melakukan vaksinasi, sehingga vaksin yang dikirim pemerintah tidak laku. Stok vaksin juga masih banyak tersedia.

Dikatakan Andani, sistem regulasi yang tidak jelas dari pemerintah daerah, dan kebanyakan orang di Sumbar belakangan ini sudah tidak ada lagi yang menggunakan masker.

“Hingga kini, masyarakat Sumbar banyak yang tidak ada menggunakan masker, bahkan dinilai aneh menggunakan masker ke tempat ramai,” kata Andani.

Selain itu, diberbagai pusat perbelanjaan dan pasar juga ramai masyarakat yang berkerumun. Dan bahkan kafe hingga tempat wisata juga ramai dikunjungi masyarakat. []

You May Also Like