Pemko Pekanbaru dan Pemprov Riau Belum Penuhi Permintaan Damkar untuk Kendaraan Operasional

ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Akibat kecelakaan mobil Rescue milik Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) kota Pekanbaru, pada Senin (14/6/2021) maka mobil tersebut tidak dapat beroperasi karena mengalami kerusakan yang cukup parah.

Kecelakaan ini juga menyasar satu unit mobil regu pemadam kebakaran (RPK) kota Pekanbaru.

Kepala Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru, Burhan Gurning mengatakan, mobil rescue yang mengalami kerusakan akibat tabrakan itu merupakan satu-satunya mobil yang ada di kota Pekanbaru.

“Jadi mobil pemburu kita itu yang kecelakaan. Itu satu-satunya di Kota Pekanbaru sudah rusak parah akibat kecelakaan tadi,” kata Gurning.

Sebelumnya, Damkar Kota Pekanbaru pernah mengajukan realisasi anggaran untuk pengadaan mobil Damkar rescue. Namun, sejak diajukan, kondisinya belum jelas dan belum terealisasikan

Dikatakannya juga, saat ini pihaknya masih kekurangan Mobil Pemadam Kebakaran (MPK). Kondisi itu menyulitkan DPKP mengatasi kebakaran di kota Pekanbaru dan sekitarnya.

“Mobil pemadam tersebut sangat dibutuhkan dalam penanganan bencana kebakaran lahan di Kota Pekanbaru, terutama saat memasuki musim kemarau,” ujar dia.

Dia menyebutkan bahwa DPKP telah mengajukan pengadaan MPK ke Pemkot Pekanbaru. Dia berharap agar pemerintah kota menganggarkan sekitar Rp50 miliar dari APBD 2022 mendatang untuk melengkapi kekurangan armada mobil Damkar.

Menurut Burhan DPKP hanya punya 17 mobil pemadam, yang tersebar di 8 pos. Karena itu pihaknya menilai masih banyak kekurangan, apalagi kalau ada kebakaran lahan, dinas tersebut harus bersinergi dengan BPBD Pekanbaru.

Untuk penambahan jumlah MPK, dia sudah mengajukan kepada Pemkot Pekanbaru maupun Pemprov Riau. Pihaknya sudah membuat proposal, meminta bantuan pengadaan MPK sekitar 6 unit mobil pemadam.

“Ke pemerintah provinsi kami harapkan bisa dibantu 10 mobil pemadam,” pungkas Burhan Gurning. []

You May Also Like