Malaysia Gunakan Vaksin Covid-19 yang Lain, Tidak Lagi Pakai Sinovac dan Sisanya Masuk Kemasan

ARASYNEWS.COM, MALAYSIA – Pemerintah Malaysia menghentikan menggunakan vaksin yang masih ada sisa stoknya. Mereka mulai menggunakan vaksin merek lain untuk penanganan wabah Covid-19.

Pejabat Tinggi Kementerian dalam konferensi persnya yang dikutip pada Sabtu (17/7/2021), menyebutkan inokulasi penduduk Malaysia selanjutnya dan sebagian besar akan menggunakan vaksin berbasis mRNA buatan Pfizer-BioNTech.

Para pejabat mengatakan negara Asia Tenggara itu telah mengamankan sekitar 45 juta dosis vaksin Pfizer-BioNTech yang cukup untuk mengimunisasi 70 persen populasi, dibandingkan dengan 16 juta dosis suntikan Sinovac. Sehingga, vaksin yang tersedia jenis Sinovac tidak lagi mereka pergunakan.

“Sekitar setengah dari 16 juta (dosis) sudah didistribusikan, jadi sisanya akan digunakan untuk menutupi dosis kedua. Bagi yang belum divaksin, mereka akan menerima vaksin Pfizer,” terang Baba, dikutip dari Reuters, Sabtu (17/7).

Pemerintah Malaysia sebelumnya mengatakan telah mengamankan 12 juta dosis Sinovac, sebagai bagian dari kesepakatan yang membuat BUMN farmasi setempat, Pharmaniaga, dapat melakukan pengisian dan pengemasan vaksin untuk distribusi lokal.

Pengumuman untuk menghentikan penggunaan vaksin Sinovac yang berbasis virus tidak aktif muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kemanjurannya terhadap varian baru virus Covid-19 yang lebih menular dan berbahaya.

Vaksin lain yang disetujui oleh Malaysia adalah AstraZeneca, CanSino Biologic China, dan vaksin Janssen dari Johnson & Johnson.

Malaysia juga berencana mengumumkan keputusannya tentang kemungkinan menambahkan vaksin dari Sinopharm China, kata para pejabat.

Dengan 880.782 kasus dan 6.613 kematian sejauh ini, Malaysia menjadi negara dengan tingkat infeksi per kapita tertinggi di Asia Tenggara, tetapi juga dengan tingkat inokulasi tertinggi, di mana 26 persen dari 32 juta penduduknya telah menerima sedikitnya satu dosis vaksin Covid-19.

Sementara itu, negara tetangga Thailand minggu ini mengatakan akan menggunakan vaksin AstraZeneca sebagai dosis kedua bagi mereka yang menerima suntikan Sinovac, sedangkan Indonesia sedang mempertimbangkan suntikan penguat bagi tenaga kesehatan yang telah menerima dua dosis vaksin Sinovac. []

You May Also Like