Ini Sebaiknya Yang Dilakukan Jika Mengalami Gejala Ini Saat Isolasi Mandiri

ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Jumlah pasien yang meninggal akibat Covid-19 terus bertambah, dan salah satunya terdata dari provinsi Riau. Disebutkan yang meninggal itu selain yang dirawat dengan rumah sakit, juga yang tengah melakukan isolasi mandiri dan rumah.

“Beberapa hari ini ada setengah pasien yang meninggal dunia sebelumnya menjalani isolasi mandiri,” kata Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Riau, dr Indra Yovi, dalam keterangannya.

Terkait hal ini, Yovi mengimbau agar masyarakat benar-benar menjaga kesehatan dan memberikan saran kepada yang tengah menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Jadi Covid-19 memiliki masa inkubasi rata-rata 14 hari. Sedangkan puncaknya itu akan terjadi di hari kedelapan atau sembilan. Ini yang harus diwaspadai masyarakat yang tengah menjalankan isolasi mandiri di rumah, apa tanda-tanda atau gejala yang pasien tersebut harus datang ke rumah sakit,” terangnya.

Diterangkannya, ada beberapa tanda atau gejala pasien yang sedang lakukan isolasi mandiri di rumah harus datang ke rumah sakit.

“Gejala yang pertama, adalah demam yang terus menerus dan demam naik turun. Dan yang kedua, batuk yang terus menerus terjadi. Selanjutnya, yang ketiga dada terasa berat dan sesak nafas,” sebut Yovi.

“Itu suatu tanda dan gejala yang tak bisa dibiarkan, dan pasien harus menjalani perawatan di rumah sakit,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Indra Yovi mengatakan, saat ini kapasitas rumah sakit di Riau masih memenuhi syarat. Dimana jumlah ruang isolasi yang terpakai di rumah sakit untuk merawat pasien Covid-19 masih dibawah 60 persen. Hal ini karena banyak yang melakukan isolasi di rumah ataupun tempat-tempat yang disediakan. Sedangkan yang dirawat di rumah sakit, dikatakan Yovi, adalah pasien yang mengalami gejala berat.

Karenanya, ia berharap masyarakat jangan khawatir rumah sakit penuh, karena rumah sakit masih memiliki ruang isolasi dan ketersediaan oksigen juga masih cukup.

“Jadi kalau kiranya tidak memungkinkan isolasi mandiri di rumah segera bawa ke rumah sakit. Jangan sampai masyarakat kita menjalani isolasi mandiri kemudian meninggal di rumah, tanpa mendapat pertolongan,” kata Yovi.

“Kami tak mengingkan kejadian-kejadian pasien yang isolasi mandiri meninggal tanpa mendapat pertolongan perawatan di rumah sakit. Itu jangan sampai terjadi di Riau,” lanjut dia.

“Untuk itu sekali lagi kami mengingatkan jika saudara-saudara kita yang mengalami perburukan kondisi klinis saat menjalani isolasi mandiri di rumah segera bawa ke rumah sakit,” tukasnya. []

You May Also Like