Hari Tasyrik Hingga 13 Dzulhijjah, Perbanyak Amalan-amalan ini

ARASYNEWS.COM – Hari raya idul Adha telah berlangsung pada 10 Dzulhijjah 1445 Hijriyah. Selanjutnya ada tiga hari yang dikenal dengan hari tasyrik.

Apa itu hari tasyrik? Hari tersebut adalah tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah.

“Hari tasyrik adalah tiga hari setelah Idul Adha, yaitu 11, 12, 13 Dzulhijjah,” kata Imam Nawawi rahimahullah.

Dalam penjelasannya, disebut tasyrik karena tasyrik itu berarti mendendeng atau menjemur daging qurban di terik matahari.

Dalam hadits disebutkan, hari tasyrik adalah hari untuk memperbanyak dzikir yaitu takbir dan lainnya.(Syarh Shahih Muslim, 8: 18).

Selian itu, dijelaskan juga ada beberapa amalan dalam tiga hari ini, yakni memperbanyak Dzikir.

Dari Nubaisyah al-Hudzali radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi SAW bersabda: “Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah.” (HR. Muslim).

Dzikir pada hari tasyrik, bisa dilakukan dalam beberapa bentuk, diantaranya:

  1. Melakukan Takbiran setiap selesai shalat wajib.
  2. Mengingat Allah dan berdzikir.
  3. Mengingat Allah dengan membaca basmalah sebelum makan dan hamdalah setelah makan.
  4. Mengingat Allah dengan memperbanyak takbiran dimanapun dan kapanpun
    5 Mengingat Allah dengan melantunkan takbir ketika melempar jumrah di hari tasyrik. Ini dilakukan jama’ah saat melakukan ibadah haji di Tanah Suci.

Selain itu, memperbanyak berdoa kepada Allah. Dari Ikrimah (murid Ibn Abbas) menyebutkan bacaanya, yakni Rabbanaa aatinaa fid-dun-yaa hasanah wa fil aa-khirati hasanah, wa qinaa adzaaban-naar.

Ziyad Al-Jasshas meriwayatkan dari Abu Kinanah al-Qurasyi, bahwa beliau mendengar Abu Musa al-Asy’ari berceramah dalam khutbahnya ketika Idul Adha:

Setelah hari raya qurban ada tiga hari, dimana Allah menyebutnya sebagai al-Ayyam al-Ma’dudat (hari-hari yang terbilang), doa pada hari-hari ini, tidak akan ditolak. []

Source. Tausyiah

You May Also Like