Datang Terlambat, Walikota Pekanbaru dan Rombongan Tinjau Banjir yang Sudah Mulai Surut

ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Walikota Pekanbaru Firdaus akhirnya berkesempatan meninjau banjir di sejumlah lokasi di Pekanbaru. Ia turun bersama Forkompinda meninjau lokasi yang masih tergenang air pada Sabtu (24/4/2021).

Beberapa diantaranya adalah di Jalan Kesadaran, Jalan Cengkeh dan Jalan Dwikora.

Di lokasi, rombongan meninjau banjir juga menggunakan perahu. Tapi ada beberapa lokasi, rombongan langsung terjun ke air yang menggenang dan menghampiri warga yang terdampak.

Di lokasi, Firdaus mengakui ada kelemahan dalam pengawasan perizinan dari pemerintah. Dan terjadinya banjir ini akan membuat pemerintah kota harus lebih seksama dan introspeksi diri.

“Introspeksi diri. Ini terjadi di bantaran sungai seperti ini tidak boleh dibangun. Artinya kelemahan pengawasan perizinan dari pemerintah,” kata Walikota saat peninjauan (24/4).

“Harusnya, perumahan dibangun harus bebas banjir. Dalam izin yang diberikan, tanah perumahan ditimbun 2 meter. Karena setiap bangunan yang diberi izin harus bebas banjir. Maka salah satu pelengkap perizinan itu, jadi ada peil banjir. Saat ini sejumlah lokasi sudah ada air yang sampai 1,5 meter, bahkan ada yang 2 meter,” kata Firdaus.

Selain itu, dikatakannya, ada pula bangunan yang mengganggu Garis Sempadan Sungai (GSS). Di dalam UU, mengatur setiap sungai ada garis sempadannya. Artinya dari bibir sungai dari jarak tertentu tidak boleh dibangun.

“Terjadinya bencana yang dialami ini karena pemerintah yang kurang cermat memberi izin dan mengawal izin,” akuinya.

Peil Banjir itu, sambungnya, dikeluarkan oleh PUPR. Kalau tidak keluar Peil Banjir ini, tidak boleh dibangun. Ia mengungkapkan, perumahan yang dibangun di bantaran Sungai Sail ini sudah 15 tahun. Diduga, developer atau pengembang merupakan grup yang sama.

“Ini pengalaman bagi kita ke depan. Untuk DPMPTSP dan PUPR untuk penerbitan izin berikutnya mesti betul-betul selektif dan juga pengawasan di lapangan,” kata Firdaus.

Ia juga meminta, developer mestinya disiplin. Kalau diberi rekomendasi, harus diikuti.

“Ini mungkin kelemahan kita, walau pun bukan pejabat yang sekarang. Tapi pejabat 15 tahun lalu. Ini tidak dikontrol di lapangan. Akhirnya masyarakat jadi korban, pemerintah juga jadi beban,” kata Firdaus

Tidak lupa, ia juga meminta maaf kepada masyarakat yang menjadi korban banjir.

“Kami mohon maaf atas kelalaian pemerintah di masa lalu dalam kesalahan menerbitkan izin, dan juga developer yang tidak disiplin melaksanakan pembangunan sesuai izin yang diberikan,” kata Walikota.

Disisi lain, dikatakannya, instansi terkait di lingkungan pemerintah kota Pekanbaru sudah menyalurkan bantuan bagi korban banjir. []

You May Also Like