BPBD Inhil Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Abrasi

ARASYNEWS.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indragiri Hilir mendata jumlah kediaman warga yang terdampak rusak berat akibat abrasi tepian sungai.

Untuk di Parit Enam Tembilan Hulu, tercatat sebanyak lima rumah rusak berat satu lagi rusak sedang. Total ada 16 jiwa terdampak dengan jumlah enam kepala keluarga.

“Kalau kepala keluarga terdampak ada enam. Tapi jiwa kesuruhan ada 16 orang. Satu rumah diantara yang terkena lomgsor dihuni kos-kosan,” papar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil R Arliansyah, Selasa (9/7/2024).

Selain itu, pasca terjadinya bencana ini, telah ditetapkan status tanggap darurat bencana alam abrasi di Kelurahan Tembilahan Barat Kecamatan Tembilahan Hulu.

“Satus tanggap darurat bencana alam abrasi ditetapkan kemarin sore usai menggelar pertemuan mendadak bersama instansi terkait, mulai Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan. Kemudian lintas instansi juga dilibatkan mulai Kodim, Polres setempat. Pertemuan digelar tidak lama setelah terjadinya musibah longsor di tepian sungai parit enam Tembilahan Hulu,” kata Arliansyah.

Ia juga mengatakan, usai penetapan itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dan Pemerintah Provinsi Riau melalui BPBD.

“Kita berharap koordinasi kita lakukan usai tanggap darurat kemarin sore akan ada solusi jangka panjang,” imbuh Arliansyah.

Untuk penanganan selanjutnya, akan dipasang turap dan perbaikan jalan yang retak. Ini supaya abrasi tidak semakin parah hingga menyeret badan jalan ke sungai.

Ruas jalan ini, merupakan satu-satunya akses menghubungkan dari Rumbai Jaya Kecamatan Tempuling ke Kota Tembilahan. Status jalan lintas sendiri adalah milik provinsi. []

You May Also Like